Peringati Hari TB Sedunia, Bupati Sidrap Ikut Senam Sehat

Peringati Hari TB Sedunia, Bupati Sidrap Ikut Senam Sehat

FD
Hamsah Arab
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Terkini.id, Sidrap – Bupati Sidrap H Dollah Mando menyempatkan diri ikut senam sehat dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis (TB) sedunia di Taman Usman Isa Pangkajene Sidrap, Minggu 21 April 2019.

Orang nomor satu di Bumi Nene Mallomo ini hadir dengan mengenakan kostum serba hitam. Ia turut serta melakukan senam sehat bersama peserta.

Dalam kesempatan itu, Dollah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan dalam rangka menyambut Hari TB sedunia itu. Menurutnya, kegiatan itu sangat tepat untuk membangun kesadaran perlunya mewaspadai penyebaran penyakit TB di masyarakat.

“Apalagi peringatan Hari TB sedunia memang dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia,” jelasnya.

Menurut Dollah, di Indonesia TB merupakan penyebab kematian nomor satu di antara penyakit menular lainnya.

Baca Juga

Laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebutkan, total insiden TBC di Indonesia pada 2017 mencapai 842.000 orang, dengan rata-rata 319/100.000  penduduk.

Total  kasus  TBC yang tercatat saat ini menurut laporan Kemenkes mencapai 446.732 orang atau sebanyak 53%, sehingga masih ada sekitar 395.268 orang atau 47% yang tidak atau belum tercatat.

Total jumlah insiden TB tersebut diantaranya merupakan estimasi insiden TBC MDR atau Resisten Obat sebanyak 23.000, dan insiden TBC dengan HIV sebanyak 36.000.

“Melihat fakta ini masih perlu upaya mendorong berbagai pihak untuk melakukan sesuatu atau gerakan akselerasi agar upaya mempercepat pemberantasan TBC di Indonesia dapat segera terwujud,” terang mantan Wakil Bupati Sidrap dua periode ini.

Dollah berharap momentum Peringatan Hari TB sedunia tahun 2019 ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mendukung program pengendalian TB serta menempatkan TB sebagai isu utama di semua sektor.

Selain itu, kata dia, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan juga sebagai upaya penyebarluasan informasi TB kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terkait dengan pencegahan penularan TB yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Bupati Sidrap apresiasi program Aisyiyah Sidrap terkait penanggulangan penyakit Tuberkulosis

Dollah Mando juga menyampaikan apresiasi kepada Aisyiyah Sidrap atas sumbangsih, kerja nyata, serta pengabdiannya dalam program penanggulangan penyakit Tuberkulosis di Kabupaten Sidrap.

“Keterlibatan  Aisyiyah  melalui kegiatan berbasis komunitas telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap program penanggulangan penyakit tuberkulosis di Bumi Nene ini,” ujar Dollah.

Sementara itu, Koordinator SSR Aisyiyah Kabupaten Sidrap, Salfiah Sanusi yang ditemui usai kegiatan, mengatakan, pelaksanaan peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tahun 2019 dapat dijadikan sebagai momentum membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya TB yang terus meningkat.

Selama ini, kata dia, pihaknya telah melakukan dan akan terus menggalakkan aksi Gerakan Temukan TBC Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC) yang merupakan kegiatan penemuan secara aktif dan masif sekaligus mendorong pasien TBC untuk memeriksakan diri dan menjalankan pengobatan hingga tuntas.

“Tema Hari Tuberkulosis Sedunia 2019, sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK),” ungkap Salfiah.

SSR Aisyiyah Sidrap konsisten dalam upaya penanganan TB

Tahun ini, lanjut Salfiah, Indonesia mengambil tema “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya”. Tema ini diikuti dengan aksi TOSS TBC.

Melalui tema dan aksi tersebut, kata Salfiah, diharapkan seluruh masyarakat, lintas program dan lintas sektor bisa mendeteksi dini dan melakukan pencegahan penularan Tuberkulosis.

Sebagai organisasi yang selama ini konsisten dalam upaya penanganan TB SSR Aisyiyah Sidrap, kata Salfiah, terus melibatkan diri dalam upaya pencegahan dan pengendalian TB.

“Ini kita lakukan karena kita sadar bahwa penanganan TB itu tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, tetapi perlu komitmen multisektoral karena permasalahan terbesarnya justru masalah nonteknis,” terangnya.

Melalui senam sehat itu, kata Salfiah, diharapkan menjadi momen membangun kesadaran bersama untuk waspada dengan masalah TBC, berusaha mencari solusinya dan terus berupaya menanggulangi penyakit ini.

“Kegiatan-kegiatan ini kita lakukan sebagai bentuk komitmen kami agar tak ada lagi manusia yang terjangkit bahkan meninggal akibat kuman TBC,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.