Perkuat Budaya Literasi Ilmiah, Jurusan Ilmu Ekonomi UINAM Gelar Diseminasi Hasil Riset

UINAM
Perkuat Budaya Literasi Ilmiah, Jurusan Ilmu Ekonomi UINAM Gelar Diseminasi Hasil Riset

Terkini.id, Makassar – Selama ini hasil riset kebanyakan mengendap di dalam komputer, hard disk, dan tumpukan buku-buku, serta laman website, namun tak pernah didiskusikan.

Di kalangan akademisi, hal ini menjadi masalah yang cukup besar. Ilmu pengetahuan di bidang riset, boleh dikata tidak inklusif.

Pada saat yang sama, kalangan mahasiswa justru membutuhkan informasi seputar riset, minimal menjadi pengalaman sebelum melakukan penelitian skripsi.

Menjawab tantangan itu, Jurusan IlmuEkonomi UIN Alauddin Makassar (UINAM), mengadakan diseminasi hasil riset yang bersumber dari publikasi Jurnal Economics, Social and Development Studies (Ecces), sebuah Jurnal di bidang economic development, macroeconomics, micro economics, monetary economics, public economics, political economics, and digital economics, yang telah dikelola jurusan sejak enam tahun yang lalu.

Kegiatan ini juga akan membantu mahasiswa untuk merumuskan topik skripsi yang baik, teknik penulisan literatur review, perumusan metodologi riset, teknik mensitasi jurnal nasional dan internasional, hingga penulisan jurnal ilmiah pasca skripsi.

Kegiatan ini berlangsung Jumat 1 November 2019, di Ruang Seminar, Lantai 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar.

Peserta yang dilibatkan adalah mahasiswa semester akhir, yang akan menyusun skripsi. Dara, salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini mengatakan, dengan mengikuti pelatihan ini, ada banyak pengetahuan baru yang ia dapatkan.

“Seperti bagaimana menemukan referensi jurnal nasional dan internasional yang berkualitas, hingga menemukan judul skripsi yang menarik,” ujarnya.

Sementara narasumber dari kegiatan ini Andi Faisal Anwar, yang juga merupakan Dosen Ilmu Ekonomi UIN Alauddin menuturkan, budaya literasi riset kita mesti ditingkatkan.

“Sekarang kita mesti berkolaborasi. Dimana dosen dan mahasiswa harus terlibat aktif untuk menghasilkan karya-karya publikasi yang baik, ke depannya riset menjadi barang wajib, saat ini telah memasuki era evidence based policy making, dimana kebijakan pemerintah nantinya akan mengacu pada hasil publikasi riset ilmiah, agar kebijakan itu lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Berita Terkait