Perkumpulan Kontraktor Listrik Protes Keras Addendum Kontrak PLN Sulselrabar

Juru bicara Perkumpulan Kontraktor Listrik Sulawesi, Aiman Adnan

Terkini.id, Makassar – Perkumpulan Kontraktor Listrik Sulawesi (PKLS) memprotes keras sikap GM PLN Sulselrabar, Ismail Deu yang secara sepihak melakukan addendum kontrak dengan beberapa perusahaan dalam pelaksanaan pekerjaan di beberapa daerah di Sulsel, Sultra dan Sulbar.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Perkumpulan Kontraktor Listrik Sulawesi, Aiman Adnan, Kamis, 28 Mei 2020.

Aiman menjelaskan bahwa para kontraktor listrik swasta sangat dirugikan dengan adanya usaha PT PLN unit induk wilayah Sulselrabar untuk melakukan pengambil alihan kontrak dari Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dengan pihak vendor alih daya dengan alasan Peraturan Direksi PT PLN Nomor: 0219 P/DIR/2019 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Direksi PT PLN Nomor 500 K/DIR/2013 Tentang Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan lain di Lingkungan PT PLN.

“Ini sama saja dengan mematikan kontraktor lokal, ini tidak sehat, dan ini dilakukan di saat pekerjaan (kontrak) sementara berlangsung, bahkan sudah memasuki akhir kontrak, ada apa ini GM PLN Sulselrabar? Kami akan lakukan protes keras,” tegas Aiman.

Aiman menegaskan bahwa telah menyusun draf protes dan segala bentuk administrasi berikut contoh kasus untuk dibawa ke Komisi VI DPR RI dan Kementrian BUMN.

Menarik untuk Anda:

“Inikan tidak sejalan dengan apa yang disampaikan oleh menteri BUMN beberapa waktu yang lalu bahwa Erick Tohir ingin proses tender proyek BUMN dilakukan secara transparan. Hal tersebut untuk menghindari adanya anak, cucu, atau cicit usaha BUMN yang mengikuti proyek BUMN,” tambah Aiman yang juga mantan Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Sulsel ini.

“Pak Menteri BUMN sendirikan yang bilang bahwa enggak ada lagi BUMN ikut tender, BUMN sama BUMN ikut tender di BUMN, padahal barangnya dari swasta juga. Itu yang tidak boleh lagi. Proyek dengan swasta banyak yang bisa kita sinergikan, apakah itu yang medium atau yang besarnya,” tambahnya.

Aiman memastikan bahwa dirinya bersama beberapa Perkumpulan Kontraktor Listrik se-Sulsel, Sultra dan Sulbar dalam beberapa hari ke depan akan menggerakkan pekerja dan karyawan masing-masing untuk menduduki PLN Sulselrabar dan akan mengirim perwakilan untuk melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI dan Kementrian BUMN.

Terpisah, Humas PLN Sulselrabar Eko Wahyu Prasongko Humas PLN Sulselrabar Eko Wahyu Prasongko mengatakan draft adendum kontrak yang dimaksud masih tahap negosiasi bersama antara PLN dan kontraktor.

“Yang diaddendum adalah pemberi kerjanya dari PLN yang di UP3 di adendum menjadi PLN Wilayah. Adapun lokasi pekerjaan dan lingkup pekerjaan serta pelaksananya (kontraktornya) tetap tidak berubah,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa addendum kontrak atau perubahan kontrak harus disepakati oleh kedua belah pihak, antara PLN dan Kontraktor.

“Tidak mungkin addendum kontrak itu cuma sepihak,” tegasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Anggota DPRD Jadi Penjamin Jenasah Pasien Covid-19, IDI Makassar: Itu Kesalahan Fatal

Pj Wali Kota Sidak Sejumlah Ruangan Pegawaidi Balaikota, Ada Apa

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar