Terkini.id, Jakarta – Mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati membuat pernyataan kontroversial terkait dengan persoalan minyak goreng.
Dalam diskusi Webinar dengan mengangkat tema “Cegah Stunting untuk Generasi Emas Indonesia”, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini merasa heran melihat perilaku ibu-ibu yang hanya tahu menggoreng saja.
“Saya tuh sampai mikir jadi tiap hari ibu-ibu hanya menggoreng, apa tidak ada upaya untuk merebut, mengukus, atau seperti rujak” Ujar Megawati dikutip dari webinar Cegah Stunting untuk Generasi Emas Indonesia, seperti dilihat dalam kanal Youtube tvOneNews, Senin, 21 Maret 2022.
Pernyataan Megawati ini pun ramai dibicarakan oleh para ahli dan pakar, tidak terkecuali pakar komunikasi politik, Effendi Gazali.
Menurut Effendi Gazali, sebenarnya ibu Megawati punya niat baik untuk turut prihatin pada kondisi masyarakat, tetapi konteksnya keliru.
- Menurut Rocky Gerung Megawati Yang Menjadi Sumber Terkuaknya Mafia Minyak Goreng
- Sentil Megawati Habis-habisan, Mahasiswa: Masak Tanpa Minyak Goreng Itu Melecehkan Tuntutan Masyarakat!
- Pedes Oi! Demo Masak Tanpa Minyak Goreng Megawati Dicibir, Mahasiswa: Konyol! Sebagai Keturunan Soekarno, Itu Memalukan!
- Dihujat Soal Minyak Goreng, Megawati Kesal dan Sedih: Saya Pembohong Apa? Enak Saja, Sakit Hati Saya!
- Sindiran Pedas Politisi Demokrat: Namaku Mega, Hobiku Masak, Persetan Orang Susah karena Aku
“Niat baik ibu Megawati itu sebagai ibu wong cilik itu kita hargai, tetapi konteks pada hari ini keliru” Pernyataan Effendi Gazali dalam kanal YouTube tvOneNews, dilihat pada Senin, 21 Maret 2022.
Dalam pernyataannya, Effendi Gazali menjelaskan bahwa rakyat kecil di Indonesia memang sangat membutuhkan garam, gula, dan minyak goreng walalupun hal tesebut bisa menyebabkan beberapa penyakit.
“Rakyat Indonesia secara umum, termasuk kita itukan sangat sangat membutuhkan garam, kemudian gula dan minyak goreng, walaupun akibatnya itu jantung, darah tinggi, dan diabetes” Ungkap Effendi Gazali.
Effendi Gazali melanjutkan penjelasannya bahwa konteks pernyataan ibu Mega keliru karena rakyat kecil ketika mempunyai tempe,tahu atau peyek pasti akan digoreng, bukan seperti yang dikatakan bu Mega dengan cara direbus atau dikukus.
“Rakyat kecil itu kalau mempunyai tempe kecil, tahu kecil, telur, ataupun ikan kecil pada dasarnya di goreng” Ujar Effendi Gazali
Selain memberikan kritik pada ibu Mega, Effendi Gazali juga memberikan kritik pada litbang PDIP yang seharusnya memberikan masukan pada ibu Megawati.
“Harusnya badan litbang PDIP itu terus-menerus membisiki atau menyampaikan kepada bu Mega” Tegas Effendi Gazali.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
