Pernyataan Prof Eddy Diungkit: Komisioner KPK Intimidasi Hakim Saat Perkara Disidangkan

Terkini.id, Jakarta – Di tengah polemik tes wawasan kebangsaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak dilulusi oleh 75 pegawai, pernyataan lama Prof Edward Omar Shadif Hiariej atau Prof Eddy kembali diangkat.

Dalam video yang beredar, Prof. Eddy mengatakan bahwa ada komisioner KPK yang suka menelpon dan mengintimidasi hakim saat perkara sedang disidangkan.

Salah satu yang mengunggah video berdurasi 54 detik tersebut yakni akun Twitter @_AnakKolong pada Jumat, 7 Mei 2021.

Baca Juga: Minta Semua Komisioner KPK Mundur, Arief Poyuono: Sudah Jadi Sarang...

“Saya yakin Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, SH., M.Hum., sangat bertanggung jawan atas pernyataannya. Pesan ini saya tujukan pada lelaki cengeng Febri Diansyah dan begundal-begundal KPK yang tak lulus TWK dan masih berlagak seperti malaikat,” katanya.

Ditelusuri Terkini.id, video yang lebih lengkap dapat diakses di kanal Youtube Youtube Kasus Hukum Indonesia dengan judul ‘Prof Dr Eddy Hiearij – Hakim Keliru Dalam Mengambil Putusan Irman Gusman’ yang ditayangkan pada 8 Februari 2019.

Baca Juga: Ketua KPK Baru yang Dilantik Sore Ini Punya Pelanggaran Etik...

Dalam keterangan video itu, dikatakan bahwa Prof Eddy menyampaikan hal tersebut dalam acara bedah buku ‘Menyibak Kebenaran: Eksaminasi Terhadap Putusan Perkara Irman Gusman.’

“Kita harus memang mengakui bahwa putusan pengadilan, teristimewa hakim-hakim Tipikor itu, para Yang Mulia itu lebih takut dengan Komisi Yudisial daripada menegakkan kebenaran dan keadilan,” kata Prof Eddy.

“Apalagi kalau penyidik dan penuntutnya adalah Komisi Pemberantasan Korupsi. Belum lagi zaman KPK yang lalu itu yang mana pimpinan KPK suka telpon hakim lalu mengintimidasi hakim. Itu terjadi. Terjadi itu,” tambahnya.

Baca Juga: Walhi Sulsel Prediksi Komisioner KPK Bakal Lemahkan Penegakan Hukum Lingkungan...

Prof. Eddy bahkan mengatakan bahwa ia bisa menunjuk siapa komisioner KPK yang suka menghubungi hakim saat perkara sedang disidangkan itu.

“Saya bisa tunjuk itu batang hidung siapa komisioner KPK yang suka menelpon hakim Pengadilan Negeri di Jakarta Pusat ketika suatu perkara sedang disidangkan. Jadi intimidasi,” ujarnya.

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada yang sedang menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM itu juga mengatakan bahwa KPK memang tidak murni menjalankan hukum.

“Sehingga memang 100 persen dari KPK bukan pure persoalan hukum tapi ada intimidasi, ada teror. Apalagi ada hakim memeriksa itu punya track record yang buruk, ah itu jadi makajan empuk untuk melakukan intimidasi,” katanya.

Bagikan