Terkini.id, Jakarta – Hasil survei Indostrategi menampilkan elektabilitas Prabowo berada di puncak dibandingkan dengan Ganjar dan Anies, Sabtu 10 September 2022. Sebelumnya, Sandi menyatakan sikap siap jadi capres 2024. Namun, tak berimbas kepada pemilih Prabowo.
Hasil survei Indostrategi Research and Consulting menunjukkan elektabilitas Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto pada bursa calon presiden (capres) 2024 yang masih mengungguli elektabilitas dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut.
Hasil tersebut diperoleh pada survei Indostrategi lewat wawancara langsung kepada 1.230 responden usia 17 tahun ke atas atau telah pernah menikah di 29 Agustus sampai 5 September 2022.
Survei itu menggunakan margin of error, kurang lebih 2,8 persen di tingkat kepercayaan 95 persen. Pencuplikan sampel memakai metode multistage random sampling ataupun rambang berjenjang.
Direktur Indostrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam menyampaikan elektabilitas Prabowo saat ini berada pada 31,3 persen dan unggul di 11,3 persen dari Ganjar di peringkat dua.
- Pekan ini PKB Sulsel Akan Bentuk Tim Desk Pilkada 2024 dan Akan Membuka Pendaftaran
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Pilpres Terburuk Dalam Sejarah Republik
- Data Masuk 11 Persen, Prabowo-Gibran Unggul di 20 Kabupaten/Kota di Sulsel
- Real Count, Prabowo-Gibran Unggul di 33 Provinsi di Indonesia
“Posisi elektabilitas tiga besar masih dipuncaki oleh Prabowo dengan 31,3 persen, Ganjar 20 persen, dan Anies 14,9 persen,” sebut Arif pada keterangannya, Jumat 9 September 2022, dilansir CNNIndonesia.
Arif lalu menjelaskan, pemilih terbesar Prabowo atas parpol berasal dari Gerindra sejumlah 14,7 persen, PDIP 4,1 persen, PKB 3,5 persen, Perindo 1,5 persen, dan Golkar 1,2 persen.
Katanya, pemilih Gerindra lebih solid untuk mendukung Prabowo. Dia menilai, pernyataan Menparekraf atau Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno yang menyatakan sikap siap menjadi capres 2024 tak mengurangi pemilih Prabowo dan Gerindra.
“Tampaknya pernyataan Sandi yang siap menyatakan diri menjadi capres tidak berimbas sama sekali terhadap pemilih Prabowo dan Gerindra,” terang Arif.
Kemudian, ia mejelaskan, persaingan tokoh potensial untuk Pilpres 2024 semakin dekat dan menarik di tengah usaha partai politik (parpol) dalam membentuk koalisi politik dan tokoh capres potensial nonparpol untuk mendekati parpol.
Baginya, ada dua hal, bisa membuat elektabilitas Prabowo berada di posisi teratas sekarang, yakni deklarasi pembentukan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya di antara Partai Gerindra dan PKB, dan kinerja Prabowo yang dianggap publik begitu baik. Di samping itu, katanya, Ganjar dan Anies mendapatkan stagnansi soal publik belum melihat kinerja yang bersinar.
“Tampaknya publik luas juga menyadari bahwa apa yang dipertontonkan dari konten-konten yang diunggah di media sosial oleh beberapa tokoh yang berhasrat menjadi capres belum tentu mencerminkan kondisi yang sebenarnya, hanya berupa pencitraan untuk meraih simpati dan dukungan,” pungkasnya dia.
Lanjutnya Arif, pemilih Ganjar berdasarkan parpol berasal dari PDIP sebanyak 8,5 persen. Tetapi, katanya, hal tersebut belum bisa maksimal sebab masih belum jelas dan definitifnya keputusan PDIP mengenai capres yang akan diusung. Apalagi, kata dia, pemilih PDIP lebih loyal kepada partai daripada capres yang diusung.
“Terbukti PDIP masih belum bergeming dari posisinya sebagai pemuncak pertama. PKB sebesar 1,4 persen dan Golkar sebesar 1,4 persen,” bebernya.
Sedangkan pemilih Anies dari parpol mayoritas berasal dari pemilih PKS 2,5 persen, PDIP 2,2 persen, Gerindra 1,5 persen, NasDem 1,4 persen, dan PKB 1,2 persen. Dia melanjutkan, pemilih PKB nampak solid ke Prabowo daripada Ganjar dan Anies. Selain itu, pemilih Golkar lebih cair dan juga mengambang.
“Terlihat pemilih Golkar yang memilih Prabowo juga cukup besar,” katanya.
Diketahui sebelumnya, Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menampilkan tingkat kesukaan masyarakat atas Ganjar Pranowo lebih tinggi daripada ke Anies dan Prabowo.
Berdasarkan hasil survei SMRC, tingkat kesukaan atas Ganjar berada di angka 83 persen. Di samping itu, Anies 74 persen dan Prabowo 71 persen.
Sementara Hasil survei Indonesia Survey Center (ISC) tersebut menyatakan ektabilitas Prabowo meroket sampai mencapai 30,4 persen. Sedangkan elektabilitas Ganjar dan Anies stagnan pada angka 19,1 dan 13,0 persen.
Peneliti Senior ISC Chairul Ansari menyatakan stagnasi elektabilitas Ganjar dan Anies dikarenakan kedua tokoh tersebut tidak memiliki dukungan yang pasti dari partai politik itu.
“Ganjar dan Anies masih stagnan di bawah angka 20 persen, karena ketiadaan kepastian dukungan dari Parpol dan mungkin seiring naiknya kepercayaan diri Parpol untuk mengusung kadernya sendiri,” jelas Chairul ketika konferensi pers daring, Senin 29 Agustus 2022.
Sekadar informasi, Sandi sudah menyampaikan niat untuk maju capres usai menghadiri acara PPP beberapa waktu silam. Dia mengaku siap maju pada Pilpres 2024.
Tetapi, pernyataan Sandi mendapatkan tanggapan negatif dari sejumlah kalangan di Partai Gerindra lantaran pernyataan Sandi siap menjadi capres dilontarkan usai Rapimna partai tetapkan Prabowo sebagai capres 2024.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
