Masuk

Perseteruan Nurdin Halid dan Taufan Pawe Dinilai Pertontonkan Ambisi Kekuasaan

Komentar

Terkini.id, Makassar – Perseteruan antara kubu Wakil Ketua DPP Golkar Nurdin Halid (NH) dan Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe (TP) kian memanas. Pasalnya, keduanya saling lapor ke Polda Sulsel.

Pengamat Politik Unhas, Ali Armunanto mengatakan jika strategi seperti itu merupakan hal wajar dalam politik. Baik untuk mencari simpati masyarakat, maupun untuk menjatuhkan lawan politik.

“Karena mereka saling mencari kesalahan kubu lawan, kemudian dimanfaatkan untuk mencari simpati masyarakat. Menariknya pertarungan politik itu memang harus melibatkan dukungan publik,” ujar Ali, Rabu, 27 Juli 2022.

Baca Juga: Kota Parepare Peringkat 6 Terbaik Pemkot se-Indonesia

“Jadi laporan itu di sisi lain juga untuk menjatuhkan citra lawannya, jadi ada dua sisi yang dieksploitasi. Saya rasa itu Strategi yang umum dalam politik,” sambungnya kemudian.

Namun, kata Ali, baik TP maupun NH tengah mempertontonkan sifat buruknya ke masyarakat. Sehingga bisa menjadi bumerang bagi Partai Golkar Sulsel.

“Pertama, baik Nurdin Halid maupun Taufan Pawe itu sedang mempertontonkan sifat buruknya ke publik. Sehingga itu bisa menimbulkan distrust, atau memunculkan rasa muak,” katanya.

Baca Juga: Partai Golkar Kawal Bantuan Gempa Cianjur: Jumlah Akan Terus Bertambah

Dosen Fisip Unhas itu menyebut keduanya mempertontonkan ambisi kekuasaan, yang tak hanya akan berimbas kepada keduanya, tapi juga akan berimbas ke elektabilitas Golkar.

“Nantinya yang memenangkan pertarungan ini yang akan menahkodai Partai Golkar. Misalnya Nurdin Halid akan menunjuk IAS (Ilham Arief Sirajuddin) dan TP membawa dirinya sendiri (maju Pilgub),” terangnya.

“Tapi ini akan menimbulkan presepsi buruk publik, karena adanya pertarungan seperti ini. Apalagi sampai saling melaporkan, menghina, kasar, ini sebenarnya tidak mengundang simpati, tapi menimbulkan presepsi buruk publik terhadap sikap buruk keduanya,” sambungnya.