Masuk

Pertalite Disebut Boros Pasca Kenaikan BBM, Jayan Sentanuhady Buka Suara

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kian banyak dikeluhkan masyarakat lantaran di nilai semakin boros dari sebelumnya.

Lantas mengetahui hal tersebut Jayan Sentanuhady seorang Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan penyebab borosnya penguna BBM Pertalite.

Hal tersebut disamapaikan Jayan Sentanuhady melalui keterangan resmi.

Baca Juga: Sering Disalahkan Jika BBM Naik, Ahok Angkat Bicara

Dimana dalam tanggaoannya, Jayan mengatakan, jika seseorang sebelumnya menggunakan bahan bakar Pertamax dan kemudian berganti ke Pertalite, maka hal ini akan terasa.

Ia menjelaskan, perbandingan secara umum Pertamax memiliki nilai kalor yang lebih tinggi dibanding BBM yang lain.

Selain itu, Pertamax juga memiliki nilai oktan yang juga lebih tinggi.

Baca Juga: Viral Pertalite Hanya RON 86, DPR Desak Jokowi Bentuk Tim Investigasi Independen

Sehingga, jika kemudian pemilik kendaraan menggunakan BBM dengan nilai oktan yang lebih rendah maka akan menimbulkan masalah. Dikutip dari Suara.com, Minggu, 25 September 2022.

“Nilai oktan yang rendah berpotensi membuat mesin auto ignition, bahkan knocking. Nah auto ignition dan knocking ini membuat tenaga mesin drop. Sehingga untuk mendapatkan power yang sama dengan power BBM Pertamax sangat wajar oktan yang rendah akan lebih boros,” ujar dia.

Pertalite dirasa lebih boros dan cepat habis
Sebelumnya warganet ramai mengeluhkan soal Pertalite yang dinilai lebih boros setelah mengalami kenaikan harga beberapa waktu lalu.

Hal ini salah satunya diungkapkan oleh akun Twitter @RomitsuT.

Baca Juga: Kenaikan BBM Picu Inflasi Hingga Tahun Depan? Danny Pomanto Sampaikan Ini

“Mohon maaf, terpaksa saya harus katakan apa yg saya alami soal BBM Partalite setelah kenaikan harga jadi 10.000. Bukan saja beban biaya bertambah 200-300 rb/bln namun ada yg terasa aneh dimana partalite nya kok cepat habis? Bahkan sekarang 1 hari saya harus isi 2x,” tulis akun tersebut.

Dalam unggahan ini terdapat tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menanyakan hal serupa dan mendapatkan jawaban yang sama-sama menyetujui anggapan tersebut.