Ia juga menepis spekulasi bahwa dana besar sebesar Rp50 miliar telah mengalir untuk mengamankan dukungan PPP.
“Jumlah itu sangat besar, tapi itu tidak benar. Meski kami memang butuh biaya operasional, tidak ada ruang untuk mahar dalam PPP,” jelas Amir yang juga merupakan calon bupati Gowa.
Menariknya, kubu Andalan Hati, melalui juru bicaranya MRR, mendukung pernyataan Amir Uskara, menjelaskan bahwa meskipun rekomendasi untuk Sudirman-Fatmawati sudah diterbitkan dalam bentuk surat B1.KWK, surat tersebut ditahan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi kandidat lain.
“Pak Amir Uskara tidak salah; rekomendasi belum keluar karena tim Andalan Hati belum mau menerima,” jelas MRR.
Ia juga mengisyaratkan bahwa sementara Danny Pomanto hanya menerima surat tugas, Sudirman-Fatmawati sudah mendapatkan rekomendasi penuh sebagai pasangan, mengindikasikan komitmen yang lebih kuat dari PPP.
- Harapan dan Ironi di Balik Menu MBG, Ketika Solusi Gizi Berubah Menjadi Ancaman Kesehatan di Jeneponto
- Rakor Bersama Forkopimda, Wali Kota Makassar Appi Matangkan Pengamanan May Day Fest 2026
- Rinnai Luncurkan Kompor Pintar di Makassar, Jawab Kebutuhan Dapur Masa Kini
- Andi Ina Penuhi Panggilan Kejati Sulsel, Beri Klarifikasi Terkait Pengadaan Bibit Nanas
- Kondisi Belum Membaik, Dua Siswa Korban MBG di Jeneponto Kembali Dirujuk ke Rumah Sakit
Kontroversi ini semakin memanaskan drama politik saat pemilihan gubernur Sulawesi Selatan semakin dekat. Meski ketegangan semakin memuncak, Andalan Hati tetap teguh dalam misinya untuk memastikan adanya kompetisi yang sehat dalam pemilihan, menepis anggapan bahwa mereka merancang skenario kotak kosong.
Fatmawati Rusdi, dalam sebuah pernyataan baru-baru ini, menolak klaim bahwa kubunya sedang memonopoli dukungan partai.
“Situasi politik saat ini masih dinamis, dan kandidat gubernur Sulsel masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan rekomendasi partai sebelum pendaftaran di KPU pada 27-29 Agustus,” ujar Fatmawati, menekankan sifat dinamis dari iklim politik saat ini.
Sementara itu, Syaharuddin Alrif, Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel yang mendukung pasangan Sudirman-Fatmawati, menyatakan bahwa dinamika politik yang terjadi adalah bagian dari proses alami, tanpa ada upaya sengaja untuk memonopoli dukungan partai.
“Dukungan partai yang ada sudah cukup untuk pasangan ASS-Fatma. Kami hanya mengikuti realitas politik yang terjadi,” kata Syahar pada Sabtu, 10 Agustus.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
