Pilih Ditembak Mati, Pendakwah Yahya Waloni: Ustaz Gak Cocok Dipenjara

Terkini.id, Jakarta – Pendakwah, Ustaz Yahya Waloni lebih memilih ditembak mati dibandingkan harus dipenjara apabila isi ceramahnya yang kontroversial dilaporkan ke pihak berwajib.

Hal itu disampaikan Yahya Waloni lewat video ceramah pendakwah itu yang tayang di kanal Youtube Hadits TV seperti dilihat pada Selasa 23 Februari 2021.

Dalam video tersebut, Yahya Waloni awalnya mengibaratkan apabila dirinya berhadapan dengan hakim di pengadilan.

Saat sang hakim, kata Ustaz Yahya, mengatakan bahwa ia akan dihukum 10 tahun dirinya pun menolak.

Mungkin Anda menyukai ini:

Menurutnya, lebih baik hakim menembak mati dirinya dibanding harus dihukum 10 tahun penjara.

Baca Juga: Sebut Kristen Kafir, Yahya Waloni: Kalau Tidak Senang Lapor Tuhanmu

“Oh kamu akan kami hukum 10 tahun. Oh jangan pak hakim lama 10 tahun. Habis sidang ini tembak mati pak hakim. Saya minta hukumannya tembak. Allahu Akbar!” teriak Ustaz Yahya Waloni dalam video ceramahnya itu.

Yahya mengaku, dirinya lebih memilih ditembak mati karena seorang ustaz menurutnya tidak cocok untuk dipenjara.

“Gak usah pakai-pakai hukum karena ustaz gak cocok dipenjara. Dipenjara itu adalah pelaku-pelaku tindakan pidana. Perusak aspek sosial masyarakat. Maling, perampok, koruptor, pembunuh, pemerkosa. Semua pelaku maksiat disimpan di dalam penjara,” ujar Yahya Waloni.

Baca Juga: Remehkan Corona, Yahya Waloni: Kafir Saja Tidak Kena Apalagi Ustadz

Oleh karena itu, ia menyebut ustaz tidak cocok dipenjara melainkan bagusnya ditembak mati.

“Ustaz tidak cocok dipenjara bagusnya tembak mati. Itu yang kami cari,” tegasnya.

Sebelumnya, Ustaz Yahya Waloni lewat sebuah video ceramahnya yang tayang di kanal Youtube Termometer Islam, Sabtu 20 Februari 2021, juga menilai banyak ustaz yang saat ini ditangkap padahal tidak melakukan tindakan pidana.

Dalam video ceramahnya itu, awalnya Yahya Waloni menanggapi soal kabar tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin yang dituduh radikal.

“Terakhir saya baca berita, Profesor Din Syamsuddin tokoh Muhammadiyah dituduh sebagai sosok yang radikal,” kata Ustaz Yahya.

Ia pun mengaku heran dengan tuduhan tersebut. Pasalnya, kata Yahya, Din Syamsuddin di dunia internasional sudah dikenal sebagai tokoh perdamaian.

“Reputasi lalu latar belakang Profesor Din Syamsuddin dikenal sebagai tokoh perdamaian dunia. Bukan cuma wilayah ASEAN, bukan cuma wilayah Asia, Din Syamsuddin dikenal di internasional mengglobal selurah dunia. Dituduh sebagai radikal,” ujar Yahya Waloni.

Selanjutnya, ia menyinggung soal sejumlah ustaz yang dipenjara termasuk Eks Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Beberapa ustaz dipenjarakan termasuk pemimpin umat Islam lambang Jihad, Habib Muhammad Rizieq Shihab,” tuturnya.

Yahya pun membahas apabila dirinya juga nantinya ikut ditangkap. Menurutnya, ada beberapa sikap ustaz-ustaz saat hendak ditangkap tersebut.

Ia mengungkapkan, ada ustaz yang pasrah jika ditangkap dan ada juga ustaz yang menyerah saat ditangkap aparat.

Namun, lanjut Yahya, juga akan ada ustaz yang nantinya baku hantam sampai mati sebelum ditangkap.

“Hati-hati Yahya kamu juga nanti. Ohhhh. Ada ustaz-ustaz yang ditangkap pasrah, ada ustaz yang ditangkap menyerah, ada juga ustaz-ustaz yang baku mati baku hantam mati di tempat Insya Allah ada, Allahuakbar!” teriak Yahya Waloni.

Para ustaz, menurut Yahya, tidak pernah menyuruh jamaah melakukan tindak pidana melainkan mereka mengajarkan masyarakat untuk berguna bagi bangsa dan agama.

“Karena ustaz-ustaz ini tidak pernah menyuruh melakukan tindak pidana. Ustaz-ustaz ini mengajarkan manusia masyarakat Muslim untuk berakhlak, berguna nantinya bagi nusa dan bangsa, berguna untuk Islam di masa akan datang,” jelasnya.

Oleh karenanya, jika ada ustaz yang ditangkap namun tidak melakukan tindak pidana maka dengan tegas Yahya Waloni memilih baku hantam sampai mati sebelum ditangkap.

“Kalau ustaz mau ditangkap urusan apa. Kalau melakukan tindakan pidana, tangkap. Tapi kalau tidak melakukan pidana dicari-cari kesalahannya lalu ditangkap, baku habis dulu kita,” ujarnya.

Bagikan