Pilkada Makassar Tanpa Calon Perseorangan, Pengamat: Seperti Badut

Terkini.id, Makassar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar sudah memberikan kesempatan kepada warga yang ingin bertarung menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar mendaftar melalui jalur perseorangan. Tapi sampai batas akhir penyerahan berkas, tidak ada satu pun calon yang lolos untuk diverifikasi.

Ada apa dengan jalur perseorangan di Makassar? Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Makassar Andi Luhur Prianto mengatakan, jalur perseorangan bukan lagi jalur alternatif, setelah kandidat gagal di perebutan partai politik.

Terutama di era “begal partai” politik dan pelibatan elit politik nasional di penentuan arah dukungan partai.

Baca Juga: Pilkada 2020: Ketua KPU Makassar: Partisipasi Pemilu Paling Tinggi Sepanjang...

Jalur perseorangan bisa menjadi cara terbaik untuk mendelegitimasi otoritas sentralistik dan watak oligarkis yang ada pada partai politik.

Setidaknya ada dua perspektif untuk menjelaskan ketiadaan Calon Walikota dan Wakil Walikota dari jalur perseorangan di Makassar.

Baca Juga: KPU Tetapkan Danny Pomanto sebagai Wali Kota Makassar

“Pertama, kerumitan teknis persyaratan, dan kedua, ketiadaan basis sosio-kultural figur non-partai,” ungkap Luhur kepada Terkini.id, Selasa 25 Februari 2020.

Persentase syarat dukungan berbasis DPT di jalur perseorangan, kata Luhur, juga bukan hal mudah. Tahap pengumpulan pernyataan dukungan di sertai foto copy KTP, verifikasi hingga pasca-verifikasi.

Kalaupun ada calon lolos verifikasi penyelenggara, tantangannya tetap sulit. Mereka akan berhadapan kandidat yang diusung partai politik, yang memiliki infrastruktur elektoral.

Baca Juga: KPU Telah Jadwalkan Penetapan Danny-Fatma Jadi Wali Kota Makassar

Figur-figur bakal calon non-partai yang bersosialisasi, umumnya bukan tokoh di ruang publik dan terlibat dalam dinamika politik kota.

Sebagian besar berlatar belakang profesional, yang berjarak dan bahkan tidak memiliki basis sosio-kultural di Makassar.

Luhur mengungkapkan, diantara tujuh peminat jalur perseorangan yang mengambil password SILON, hanya Danny Pomanto (DP) yang punya pengalaman politik yg terukur. Itupun pada akhirnya, peluang jalur ini tidak DP gunakan.

Beberapa peminat lain, tidak cukup well-prepared dan mundur teratur, bahkan sebelum sampai di tahap pencalonan.

“Motivasi mereka bermacam-macam. Umumnya mereka hanya uji popularitas. Bahkan ada yang seperti badut-badut atau untuk lucu-lucuan saja,” kata Luhur.

Bagikan