Pilu, Seorang Ayah di Jeneponto Usir 2 Anaknya karena Penyandang Disabilitas

Dua anak di Jeneponto diduga diusir oleh ayahnya karena penyandang disabilitas

Terkini.id,Jeneponto – Sungguh malang nasib seorang ibu dan kedua orang anaknya yang hidup digubuk tak layak huni dengan makan dari uluran tangan orang di Dusun Pa’rasangeng Beru, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto

Hamka  (19) dan  Juniati (12 ) adalah penyandang disabilitas. Tinggal di gubuk yang tidak layak huni.

Kedua anak itu hanya bisa terbaring, makan dengan cara disuap. Buang kotoran pun harus dibantu dan dibersihkan oleh ibunya, Syamsiah Daeng Bulaeng.

Ketiga orang itu pun hidup dengan nafkah belas kasihan orang lain. Menurut masyarakat, dua anak penyandang disabilitas dibawa ibunya pergi meninggalkan rumah. Karena ibunya tidak sanggup mendengar kata-kata suaminya.

Setiap hari suaminya marah dan mengusirnya anaknya. Karena tidak terima dengan kondisi fisik kedua anaknya.

Alasan itulah ibu Syamsiah minggat dari rumah. Membawa anaknya, dan memilih hidup di rumah gubuk yang tidak layak ditempati.

“Kasihan dengan anak dan ibu itu, mereka merindukan kasih sayang seorang ayah. Tapi ayahnya tega tidak mau menemui anaknya apa lagi memberi nafkah,” kata salah seorang keluarganya, Rosdiana.

Menurutnya, Syamsiah dan kedua orang anaknya sudah tinggal di gubuk tak layak huni selama kurang lebih delapan tahun.

“Saya sudah dua hari ini ke rumah Daeng Bulaeng, suaminya Agus Daeng Ngalle. Kalau menurut Daeng Bulaeng dia diusir oleh suaminya. Katanya kalau tidak pergi dari rumahnya mau dipukul, karena suaminya tidak terima anaknya cacat,” tutur Rosdiana kepada terkini.id, Kamis 30 Januari 2020.

Dia juga mengatakan, Syamsiah bersama anaknya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah.

“Sudah kurang lebih 8 tahun hidup seperti itu, tapi  tadak ada bantuan dari pihak pemerintah. Saya harap pemerintah  tolong daftarkan santunan anak cacat atau bedah rumah pada mereka, belas kasihanlah, semoga anak yang tidak dirindukan sama ayahnya ini bisa hidup dan makan serta bisa memakai seperti apa yang dimiliki anak-anak yang ada di sekitarnya, tolong belas kasihannya,” harap Rosdiana.

Komentar

Rekomendasi

Berikut Nama 20 Dokter yang Gugur Akibat Corona

Balai Kota Makassar Ditutup, Iman Hud: Kita Terapkan Protokol Penanganan Covid-19

Dokter Marhaen: Ketidakjujuran Pasien Berdampak Tingginya Angka Kematian Medis

DKI Jakarta Resmi Berstatus PSBB Corona, Ojol Dilarang Angkut Penumpang

Pengusaha Ini Hibahkan Lahan 1 Hektar Miliknya untuk Area Pemakaman Korban Corona

Sering Bicara Khilafah dan Hina Presiden, Ali Baharsyah Ternyata Kolektor Video Mesum

3 Poin Sikap AJI Terkait Privilese Wartawan untuk Tes Cepat Covid-19

Terpidana Teroris Abu Bakar Ba’asyir Surati Jokowi, Minta Dibebaskan akibat Corona

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar