Pj Rudy Enggan Berkomentar Soal Pelanggaran Prasmanan di CPI

Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin tertunduk menatap meja saat berlangsung konferensi pers di Rumah Jabatan Baruga Anging Mammiri. Ia enggan berkomentar soal pelanggaran prasmanan di Center Point of Indonesia. 

Kawasan kuliner Lego-Lego yang diresmikan Gubernur Sulsel dan dihadiri Penjabat Wali Kota Makassar terkesan tak tersentuh penegakan protokol. Padahal menyajikan makanan prasmanan dilarang oleh pemerintah sendiri. 

Sementara pada saat penerapan jam malam, Kawasan Lego-Lego tersebut kembali tak tersentuh pengawasan. Perlakuan sikap tersebut dinilai mencederai marwah pemerintahan dalam menangani pandemi Covid-19.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak Tinggi, Kecamatan Mandai Kini Masuk Kategori Zona...

Rudy mengatakan pembatasan jam malam tidak bisa memuaskan semua pihak. Sebab itu, mesti ada yang berkorban untuk kepentingan bersama.

“Kebetulan saja pihak AUHM yang terdampak, kita harus mengutamakan kesehatan orang banyak dibanding diri sendiri,” kata Rudy, Senin, 15 Januari  2021.

Baca Juga: Boleh Gak Berhubungan Seks dengan Pasangan dalam Masa Pandemi Corona?

Rudy mengatakan salut dengan penutupan 11 toko dari pihak Kepolisian, Satpol PP dan TNI lantaran melanggar protokol Covid-19.

Saat ditanya soal jalan keluar bagi pekerja Asosiasi Usaha Hiburan Malam, Rudy meminta mereka untuk bersabar dan berdoa agar pandemi Covid-19 segera berlalu. 

“Saat ini langkah yang paling tepat untuk mencegah penularan dengan membatasi jam malam,” ungkapnya.

Baca Juga: Disangsikan Dunia, China Klaim Vaksin Buatannya Masih Efektif Lawan Varian...

Sementara, Ketua Epidemiologi Covid-19 Kota Makassar Ansariadi mengatakan tren kasus selama sepekan terakhir cenderung mengalami penurunan. Namun, hal itu membutuhkan pembuktian ulang.

“Ada penurunan tapi tidak drastis, namun itu lebih baik dibanding terjadi peningkatan eksponensial,” ungkapnya.

Saat ini, kasus harian Covid-19 di Makassar rata-rata 100-200. Ia mengatakan ada perubahan kasus pada pekan sebelumnya. 

Sementara jumlah orang yang meninggal pada pekan ini karena Covid-19 didominasi dari kalangan usia tua. Adapun jumlahnya sebanyak 26 orang. Terjadi peningkatan dari sebelumnya yang berjumlah 12 orang.

“Kalau diibaratkan kendaraan kecepatan Covid-19 di Makassar itu rata dikecepatan kencang. Penyakit menular itu tidak bisa langsung turun drastis, pasti perlahan, itu tidak mungkin,” ungkapnya.

Saat ini positivity rate di Makassar 20 persen. Hal itu dinilai masih terlalu tinggi. Seba itu, Ansariadi meminta seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi pandemi Covid-19.

“Harus ada kesadaran bersama untuk melawan Covid-19,” tutupnya.

Bagikan