Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menyebut untuk mengendalikan kurva Covid-19 di Makassar, pihaknya telah menyiapkan tiga langkah utama.
Adapun langkah tersebut, yakni memberi edukasi kepada masyarakat, memberikan langkah preventif seperti penyemprotan disinfektan massal, dan melakukan pelacakan (tracking) kasus melalui rapid test.
Termasuk, kata dia, pembatasan gerakan orang keluar masuk Makassar. Serta melakukan pengawasan masif.
Hal itu untuk mendorong percepatan tumbuhnya kepatuhan warga di dalam melaksanakan protokol kesehatan.
“Ini yang harus kita jaga, kita perkecil, potensi-potensi yang bisa meningkatkan penularan,” kata Rudy usai memberi sambutan pada Pencanangan Gerakan Bersama Penanganan Covid-19 di Tribun Karebosi, Senin, 6 Juli 2020.
- May Day 2026 di Makassar Disiapkan Meriah, Wali Kota Munafri: Harus Jadi Momentum Kebahagiaan Buruh
- Desa Cantik, Data Berkualitas, Jeneponto Menuju Kemajuan Berbasis Informasi
- ATR/BPN Perkuat Kanal Pengaduan Digital, Dorong Transparansi Layanan Publik
- Membentuk Jejaran Harapan Masa Depan Petani, Jalan Rabat Beton TMMD ke-128 Makin Nyata
- Bupati Syaharuddin Alrif Luncurkan Desa Binaan MUI, Perkuat Akidah hingga Ekonomi Warga Sidrap
Rudy menjelaskan, edukasi menjadi penting dan perlu dilakukan secara terus-menerus untuk meningkatkan kepatuhan warga Kota Makassar untuk melaksanakan protokol kesehatan.
“Ini langkah edukasi kita lakukan di semua jalur-jalur informasi yang bisa kami gunakan untuk menyampaikan pesan pesan edukasi ke masyarakat,” tutur Rudy.
Menurutnya, bila semua warga melaksanakan protokol kesehatan dengan benar dan baik maka akan tiba pada momentum penurunan jumlah kasus Covid-19.
“Kami yakin dan percaya kita akan mendapatkan suatu momentun di mana terjadi penurunan jumlah (kasus) warga yang terkontaminasi Covid-19.
Ia mengatakan Kota Makassar harus segera tiba pada puncak pandemi Covid-19. Ia memperkirakan dan berharap akhir Bulan Juli terjadi penurunan kasus.
“Kalau kita sudah di puncak, namanya puncak kita mulai menurun. Kita harapkan itu bisa terjadi sampai dengan akhir Juli,” kata dia.
Adapun anggaran yang disiapakan dalam Pencanangan Gerakan Bersama Penanganan Covid-19 berasal dari APBD Kota Makaasar, dan bersinergi dengan APBD Provinsi Sulawesi Selatan.
“Ini masih kita hitung, semua kita sinergikan, berapa dari kota dan berapa dari pemeritah provinsi. Berapa bisanya,” pungkasnya.1
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
