Terkini, Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan mendorong penanganan sampah dimulai dari tingkat paling bawah, yaitu rumah tangga, RT/RW, hingga kelurahan.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta mendukung terwujudnya lingkungan kota yang bersih, asri, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama para camat dan lurah se-Kota Makassar yang membahas strategi penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan kewilayahan, Senin 6 April 2026.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa persoalan sampah harus ditangani secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, tidak hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA, tetapi juga pengolahan dari sumbernya.
Dalam arahannya, Munafri menyampaikan bahwa produksi sampah di Kota Makassar saat ini mencapai kurang lebih 800 ton per hari, sementara kapasitas pengangkutan sampah baru berada di kisaran 67 persen.
- Mati Lampu di Gowa Dari Siang Hingga Malam, Ini Jadwal Pemadaman Bergilir Minggu 6 September
- 22.798 Penumpang Terdampak, Bandara Soetta Ditutup hingga Pukul 13.30 WIB
- Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini 6 September: Waspada Angin Kencang dan Udara Panas
- Poltekpar Makassar Gandeng PUM Belanda Tingkatkan Kapasitas Mahasiswa
- Modifikator Sulsel Bersiap, Honda Modif Contest 2026 Hadir di Grand Mall Maros
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama, terutama dalam meningkatkan sistem pengangkutan, pengolahan, dan pengurangan sampah dari sumbernya.
“Ini menjadi bagian dari upaya kita dalam mengejawantahkan program Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan wilayah yang bersih, asri, dan berkelanjutan. Karena itu, kita harus memaksimalkan seluruh potensi dan kemampuan yang kita miliki,” ujar Appi pada Senin 6 April 2026.
Pemerintah Kota Makassar juga menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh dalam pengelolaan sampah, baik melalui penambahan armada pengangkut, penambahan tenaga kerja kebersihan, maupun dukungan fasilitas pengolahan sampah berbasis masyarakat di setiap wilayah.
Selain itu, pemerintah akan mendorong pengelolaan sampah plastik melalui bank sampah agar memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Sementara itu, sampah organik dan sampah rumah tangga akan dikelola melalui pengolahan kompos, pembangunan biopori, serta penyediaan fasilitas pengolahan sampah di tingkat masyarakat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
