Terkini, Makassar – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menjadi penentu, apakah pada Pilgub Sulsel 2024 berlangsung head to head atau kandidat tunggal melawan kolom kosong.
Diketahui bahwa salah satu kandidat Pilgub, diisukan bakal memborong banyak partai dan membentuk koalisi gemuk, hal itu untuk menciptakan pasangan calon tunggal untuk melawan kolom kosong.
Sementara, tiga partai politik yaitu, PDIP dan PPP dikabarkan telah mengeluarkan rekomendasi kepada Moh Ramdhan Pomanto atau yang akrab disapa Danny Pomanto.
Kini tersisa PKB yang belum menentukan sikap usungan di Pilgub Sulsel 2024, sehingga partai besutan Muhaimin Iskandar dianggap penentu apakah Pilgub Sulsel berlangsung head to head atau calon tunggal melawan kolom kosong.
Ketua Bappilu DPW PKB Sulsel, Syamsu Rizal alias Daeng Ical mengaku, partainya itu belum menentukan sikap dalam Pilgub Sulsel 2024, dengan alasan masih melihat perkembangan dukungan partai lainnya.
- Momen UMKM Ekspor Lakukan Businesss Matching, KKI 2026 Catat Transksi Ratusan Miliar
- Menko Zulhas di Muktamar V Wahdah Islamiyah Ungkap Arah Ekonomi Prabowo: Mulai MBG Hingga Kopdes, Koreksi Pasar Bebas Menuju Swasembada Pangan
- Grab Hadirkan GrabAcademy, Bantu Mitra Pengemudi dan Merchant "Naik Kelas"
- Astra Motor Sulsel Ingatkan Bahaya Penggunaan Handphone Saat Berkendara
- Pemkot Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Lantaran PKB sebenarnya bisa mencukupkan kursi Danny Pomanto untuk bisa maju di Pilgub Sulsel 2024.
Daeng Ical menegaskan, partainya masih menunggu arah Partai Golkar di Pilgub Sulsel, karena PKB ingin membangun koalisi bersama Golkar di Pilkada Sulsel. Bahkan kedua partai ini menyebut koalisi “Pisang Ijo”.
“Jika Golkar sudah ambil keputusan dan tidak sejalan dengan PKB, maka PKB akan berhitung ulang. Kita bikin poros baru atau kita bikin romantis Sulsel,” tegasnya.
Terpisah, Pakar Politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin (UIN) Alauddin Makassar, Prof Firdaus Muhammad, menduga wacana kotak kosong muncul karena adanya campur tangan elite pusat. Kendati begitu, kata dia, pertarungan kotak kosong dalam kontestasi politik adalah hal yang wajar.
“Ada manuver elite yang ingin kotak kosong dan itu wajar. Hanya saja, untuk membangun demokrasi di Sulsel sebaiknya lebih dari satu pasangan agar masyarakat memiliki pilihan. Terlebih banyak figur yang layak diusung oleh parpol. Baik dari kalangan kader parpol maupun figur independen,” ungkapnya.
Diketahui PKB memiliki modal 8 kursi di DPRD Sulsel, Sementara syarat minimal 17 kursi untuk maju di Pilgub Sulsel 2024.
Adapun perolehan kursi di DPRD Sulsel sebagai berikut:
NasDem = 17 Kursi
Golkar = 14 Kursi
Gerindra = 13 Kursi
PKB = 8 Kursi
PPP = 8 Kursi
Demokrat = 7 Kursi
PKS = 7 Kursi
PDIP = 6 Kursi
PAN = 4 Kursi
Hanura = 1 Kursi
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
