Terkini.id, Jakarta – Ketua DPP PKS, Netty Prasetiyani meminta pemerintah agar mengusut kasus masyarakat yang gagal vaksin lantaran NIK-nya dipakai orang lain.
Diketahui, terdapat sejumlah kendala dalam program vaksinasi yang dijalankan pemerintah. Salah satu permasalahan krusial yakni adanya kasus penyelewengan NIK masyarakat digunakan orang lain untuk melakukan vaksinasi.
“Pemerintah harus menelusuri problem apa yang terjadi dalam kasus NIK ini. Dengan sistem E-KTP, proses penginputan data seharusnya bisa lebih mudah, tapi kenapa justru terjadi kesalahan seperti ini,” kata Netty, Minggu 15 Agustus 2021 seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.
Menurutnya, adanya warga yang NIK-nya sudah terdaftar atas nama orang lain disaksikan Netty saat pihaknya menggelar vaksinasi gratis di Bandung dan Karawang pada akhir Juli dan pertengahan Agustus ini.
Berdasarkan keterangan Netty, panitia vaksinasi di Bandung menemukan peserta bernama Ragil Paska Aprilianto yang NIK-nya tidak bisa diinput petugas. Sebabnya NIK itu sudah terdaftar, padahal dia belum pernah vaksin.
- DPW PKS Sulsel Sukses Gelar Bincang Gerakan Ekonomi Mandiri
- Peduli Kemajuan Daerah Terpencil, Program Hati Damai Dikagumi Politisi Senior PKS
- Demokrat - Gerindra - PKS All Out Menangkan Andi Sudirman di Pilgub Sulsel
- PKS Fokus Menangkan Andalan Hati di Pilgub Sulsel
- PKS Serahkan Rekomendasi B1KWK ke Uji Nurdin-Sahabuddin di Pilkada Bantaeng 2024
“Kondisi NIK ganda, tertukar atau salah input, tentu akan merugikan rakyat. Jadi terkendala memperoleh layanan. Ini tidak boleh diabaikan karena jumlah kasusnya dianggap sedikit. Ini menyangkut jaminan keamanan data rakyat,” tuturnya.
Netty menilai, munculnya kasus NIK dipakai orang lain untuk vaksin semakin menambah deretan masalah dalam realisasi percepatan vaksinasi. Dampaknya untuk segera mencapai herd immunity akan tertunda.
“Masalah stok dan pemerataan distribusi vaksin saja masih belum selesai, masih banyak daerah yang kekurangan. Sekarang ditambah lagi dengan data NIK yang bermasalah,” tandasnya.
Oleh karena itu, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS ini meminta pemerintah agar segera melakukan integrasi data agar rakyat tidak dirugikan.
“Jangan sampai rakyat dirugikan karena sistem data pemerintah yang sembrono dan tidak aman. Bukankah kartu vaksin sekarang menjadi syarat dalam beberapa kegiatan rakyat, mulai dari melakukan perjalanan, transportasi publik hingga masuk mall?,” ungkap Netty.
Maka dari itu, kader perempuan PKS ini meminta Pemerintah agar segera melakukan integrasi data kependudukan Dukcapil dengan sistem pendataan vaksinasi PeduliLindungi untuk mencegah hal serupa terulang.
“Pastikan data NIK rakyat aman. Pastikan tidak ada unsur kesengajaan. Pastikan juga data vaksin berasal dari satu sumber agar tidak terjadi double input,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
