PMII FIP UNM Tanggapi Keluarnya Komisariat UIN dari Cabang Makassar

PMII FIP UNM
Ketua Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Komisariat UNM cabang Makassar, Tawil

Terkini.id, Makassar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Makassar dihebohkan dengan terbitnya surat pelepasan PMII UIN Alauddin Makassar (Uinam) cabang Makassar secara administrasi dan struktural di PMII Makassar.

Pasalnya, PMII UIN Alauddin Makassar cabang Makassar, adalah komisariat yang pertama berdiri di cabang makassar, dan telah banyak tokoh-tokoh hebat yang dilahirkan PMII komisariat UIN.

Melihat sejarah perjuangan dari kader-kader PMII UIN, telah banyak berkontribusi di PMII cabang Makassar, beberapa komisariat yang ada di Makassar juga dibentuk oleh kader-kader PMII UIN, diantaranya adalah komisariat STIMIK Handayani.

Ketua Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Komisariat UNM cabang Makassar, Tawil pun angkat bicara menanggapi perihal tersebut.

PMII Makassar dinilai inkonsitisonal dan terkesan memaksakan dalam surat yang diterbitkan tersebut.

“Dari hasil diskusi dengan sahabat-sahabat PMII UNM, dalam aturan ad/art kongres Palu dan PO Hasil muspimnas Boyolali, tidak ada dalam aturan yang menjelaskan secara detail dan spesifik soal teritorial yang dimaksud dalam surat yang dikeluarkan oleh PC PMII Makassar,” ucap Tawil, Rabu, 17 Juli 2019.

PMII FIP UNM tantang PMII Makassar gelar dialog

Lanjut Tawil, jika PMII Makassar melepaskan secara administrasi dan struktural PMII komisariat UIN Alauddin, dengan pertimbangan teritorial kampus UIN sudah di wilayah Gowa, maka PMII Makassar adalah orang-orang yang tidak paham dengan Aturan PMII.

“Lebih baik PMII Makassar kembali ikut Mapaba lagi,” tegasnya.

“Dengan hal ini kami dari PMII Rayon FIP komisariat UNM cabang Makassar, menantang PMII Makassar untuk buka ruang dialog. Kita diskusi dan mengkaji aturan AD/ART dan PO PMII sebagai kitab suci kita di PMII,” sambungnya.

Jika PC PMII Makassar, kata dia, tidak mengindahkan tawaran PMII FIP UNM, Maka PMII FIP siap keluar dari struktur PMII cabang Makassar.

“Buat apa bernaung di bawah orang-orang yang tidak paham dengan organisasi yang menginjak-injak kitab suci kita sebagai pedoman dalam berorganisasi, yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya dibandingkan kepentingan organisasi. Dimana akal sehat kalian sebagai orang organisatoris, yang cuman pintar mematikan culture kaderisasi lewat struktural,” ucap Tawil.

Citizen Reporter: Ridwan

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Makassar

Dinas PU Makassar Usul Lomba Sanitasi Award

Terkini.id, Makassar - Pemerintah Kota Makassar tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) ihwal Pemberian Penghargaan kepada Masyarakat Kota Makassar tahun anggaran 2019.Hal itu disampaikan