Terkini.id, Makassar – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) memanfaatkan layanan pengelolaan keuangan dari Bank Muamalat Indonesia (BMI) untuk memudahkan serangkaian aktivitas dari institusi pendidikan tersebut.
Region Head BMI Sulampua, Ahmad S. Ilham mengatakan pemanfataan layanan itu pada skala yang lebih luas akan ikut membuat tingkat inklusi keuangan syariah di Sulsel menjadi lebih terangkat.
“Apalagi PNUP ini salah satu institusi perguruan tinggi di Sulsel yang memiliki civitas akademik dan mahasiswa yang cukup banyak, sehingga jika semuanya terjangkau dalam fasilitasi CMS, maka sangat kentara pada gerak inklusi keuangan syariah kita,” tuturnya, Kamis 3 Desember 2020.
Dia lantas memberikan gambaran umum dari sinergi PNUP dan BMI, yakni membuat
pengelolaan keuangan perguruan tinggi lebih mandiri, efesien dan efektif secara tanpa harus datang ke kantor bank.
Seperti melakukan pembayaran kepada pihak ketiga, transfer antar rekening atau antar bank, pembayaran kewajiban rutin dan lain-lain dapat dilakukan sendiri dengan kanal CMS yang disediakan perseroan.
- Atasi Antrean Panjang di SPBU, Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Diberlakukan Mulai 13 September 2026
- BMKG Peringatkan Angin Kencang Senin 14 September 2026, Sulawesi Selatan Masuk Daftar
- Jeneponto Ke Semifinal, Dukungan Bupati di Tribun Bakar Semangat Laskar Turatea Tumbangkan Palopo
- Antrean BBM Mengganggu Mobilitas Warga, Wali Kota Makassar Minta Pelayanan SPBU Dimaksimalkan
- 135 Modifikator Ramaikan Honda Modif Contest 2026 di Maros
“Dan tentunya, melalui jalinan sinergi ini, civitas akademik, pegawai dan seluruh insan di lingkup PNUP bisa mendapatkan fasilitasi produk-produk BMI yang berbasis syariah,” tutur Ahmad S. Ilham.
Rektor PNUP Prof. Muhammad Anshar mengemukakan bahwa pihaknya telah lama menantikan Muamalat memberikan layanan produk perbankan komprehensif bagi PNUP.
“Jujur saja, Muamalat adalah bank syariah yang sejak lama kami harapkan masuk ke PNUP. Karena kami yakin, layanan dengan prinsip syariahnya sangat bisa mengakomodasi segala kebutuhan secara institusi maupun personal,” katanya.
Dia menjelaskan, bentuk akomodasi personal melalui kerjasama dengan BMI maka dosen ataupun pegawai PNUP bisa mengakses produk syariah termasuk untuk kebutuhan fasilitasi perjalanan religi seperti haji dan umrah.
“Dan tentunya masih banyak hal positif produktif lainnya yang bisa dihasilkan dari sinergi kami dengan BMI. InsyaAllah berkah dan manfaat untuk semuanya,” pungkas Prof Muhammad Anshar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
