Masuk

Polemik Dewan Kolonel, Hasto Kristiyanto: Guyonan Politik!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Munculnya nama Tim Dewan Kolonel mendukung pencapresan Puan Maharani di Pilpres 2024 menuai sorotan publik.

Kini Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal DPP PDIP Perjuangan buka suara.

Hal tersebut disampaikan Hasto saat berada di sekolah partai PDIP Jakarta Selatan.

Baca Juga: Kado Ulang Tahun Megawati, PDIP Gelar Dapur Umum Cegah Stunting dan Gerakan Merawat Pertiwi

Dalam hal tersebut, Hasto menegaskan bahwa tidak ada yang namanya Tim Dewan Kolonel itu hanya sebagai guyonan politik belaka.

Selain dari itu, Hasto mengaku sampai mengkonfirmasi langsung ke Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto dan Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI Bambang Wuryanto atau Pacul soal adanya Dewan Kolonel.

“Jadi saya juga koordinasi dengan Pak Utut, dengan mas Bambang Pacul Wuryanto. Itu guyonan dalam politik,” kata Hasto.

Baca Juga: DPR Gelar Makan Siang Bersama Dengan Parlemen Korea Selatan, Bahas Kerjasama Hingga K-pop

Hasto bahkan mengatakan bahwa Dewan Kolonel macam struktur di militer tidak pernah ada dalam partai politik.

“Mana ada di dalam partai, struktur seperti militer. Jadi partai kan yang dikenal dewan pimpinan pusat partai, dewan pimpinan daerah, dewan pimpinan cabang, hingga anak ranting,” pungkasnya.

Lanjut “Sehingga tidak dikenal adanya Dewan-Dewan Kolonel,” ungkapnya. Dikutip dari Suara. Rabu, 21 September 2022.

Lebih lanjut, ia pun mengungkapkan, bahwa dirinya sudah mengingatkan Utut Adianto soal fungsi-fungsi yang harus dijalankan di DPR RI.

Baca Juga: AHY Bicara Soal Target Perolehan Suara Partai Demokrat Jelang Pilpres 2024

“Saya juga memberi tahu pak Utut selaku ketua fraksi bahwa fraksi PDI perjuangan DPR RI tugas utamanya adalah kepanjangan dari partai di dalam memperjuangkan seluruh ideologi dan platform partai, baik fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan tidak ada yang namanya dewan kolonel,”imbuhnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa, anggota DPR RI fraksi PDIP, Johan Budi, menjelaskan, bahwa adanya tim Dewan Kolonel memang dipersiapkan untuk pemenangan Puan Maharani jika ditunjuk jadi calon presiden dari PDIP untuk Pilpres 2024.

Ia menyampaikan, adanya Dewan Kolonel ini berangkat dari personal anggota DPR RI fraksi PDIP yang mendukung Puan maju dalam pencapresan.

“Gimana nih kita yang mendukung mbak Puan, gimana kalau kita bikin tim. Tim yang ikut membantu mbak Puan untuk jadi capres. Ini enggak ada kaitannya sama DPP lho ya. Tapi kami di Fraksi ada sekelompok orang, ingin menjadi timnya mbak Puan untuk persiapan Pilpres itu,” kata Johan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia mengatakan, meski begitu pihaknya akan tetap menunggu apa pun keputusan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputeri soal siapa nanti yang akan diusung sebagai capres dari PDIP.

“Kita sudah prepare duluan kalau misalnya nanti mbak Puan yang ditunjuk, tim ini sudah siap,” ungkapnya.

Johan menyampaikan, Dewasn Kolonel terbentuk awalnya hanya beranggotakan 6 orang anggota DPR RI fraksi PDIP. Namun seiring berjalannya waktu anggota bertambah.

“Trimedya, Pak Hendrawan, Masinton, pokoknya ada enam. Mbak Agustin. Jadi awal itu cuma enam orang. Termasuk saya, kan saya yang ngusilin,” tuturnya.

Lebih lanjut, Johan menegaskan, tim Dewan Kolonel ini bukan dibentuk atas perintah DPP PDIP, bukan juga atas arahan Fraksi PDIP DPR RI.

“Ini sekali lagi nggak ada hubungannya sama DPP. Inisiatif orang perorang. Bukan fraksi juga. Kalau kamu bicara fraksi berarti kan semuanya,” pungkasnya.