Polisi Enggan Tanggapi Hotman Paris Soal Dugaan Ayah Winda Terlibat Pembobolan Maybank

Hotman Paris

Terkini.id, Jakarta – Kuasa hukum Maybank Hotman Paris menduga ayah Winda, Herman Lunardi, terlibat dalam pembobolan dana nasabah Maybank atas nama Winda Earl sebesar Rp 576 juta dari rekening pribadi milik tersangka dalam kasus tersebut, AT.

Herman, kata Hotman, juga diduga menerima uang dari Prudential sebesar Rp 4 miliar untuk pengembalian uang pembatalan polis asuransi Winda yang diajukan oleh AT sebesar Rp 6 miliar.

Pengacara kondang itu juga menyebut bahwa Herman dan AT telah lama saling mengenal.

Terkait pernyataan Hotman Paris tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menyatakan tidak akan menanggapi pernyataan Hotman itu.

Namun, kata Awi, secara keseluruhan pernyataan Hotman Paris tersebut masuk ke dalam materi penyidikan.

Menarik untuk Anda:

Menurutnya, yang pasti kepolisian akan terus menyelidiki keterkaitan korban dan saksi dan barang bukti aliran dana dalam kasus yang berujung pada raibnya dana senilai Rp 22 miliar.

“Semua itu akan dikorek keterkaitan bagaimana nanti korban, kemudian saksi-saksi, antara saksi satu dan saksi yang lainnya dari situ juga akan menjadikan bahan penyidik mengorek atau membuat pertanyaan kepada tersangka (AT),” ujar Awi di Bareskrim Polri, Rabu 11 November 2020.

Ia pun menjelaskan bahwa Polri menggunakan tiga unsur penting untuk mendapatkan bukti segitiga atau triangle evidence.

“Keterkaitan korban, saksi, tersangka, kemudian barang bukti penyidikan, sentralnya itu adalah di tempat kejadian perkara,” ujarnya.

Diketahui, dalam kasus tersebut polisi telah menetapkan Manajer Bisnis Maybank, AT, sebagai tersangka.

AT diduga telah menggunakan dana Winda Earl yang tersimpan dalam rekening tabungan. Dana itu kemudian diserahkan kepada teman tersangka untuk investasi.

Tersangka saat ini dijerat Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman pidana penjara 8 tahun atau denda maksimal Rp 100 miliar.

AT juga dijerat Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tembus TVR11 , Sinetron Ikatan Cinta RCTI Kuasai Lebih dari 38 Persen Penonton

Emak-emak Doakan Fatma Tegar Pasca Dilecehkan Pendukung Kandidat Lain

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar