Terkini.id, Jakarta – Mohamad Guntur Romli selaku politisi dari fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan tanggapannya terkait aksi FPI Reborn yang memberikan dukungannya untuk Anies Baswedan.
Dilansir dari akun Twitter @GunRomli, Selasa 7 Juni 2022, ia mengatakan bahwa istilah tentang FPI asli dan FPI palsu sudah tidak relevan lagi.

“Tidak relevan istilah FPI asli & palsu saat ini. Krn FPI yg asli sudah dilarang Negara. Apalagi keterikatan Anies dgn FPI yg asli,” tulis Mohamad Guntur Romli, dikutip dari akun Twitter @GunRomli, Selasa 7 Juni 2022.
Lebih lanjut lagi, karena FPI yang asli sudah dilarang oleh pemerintah, maka tidak mungkin lagi ada FPI asli dan palsu seperti yang terjadi seperti saat ini.
Mohamad Guntur Romli juga meminta organisasi yang menamakan dirinya FPI agar menunjukkan bukti asli bahwa FPI tersebut resmi diakui oleh pemerintah.
- Roy Suryo akan Diperiksa Lagi, Guntur Romli: Polisi Harus Hentikan Drama Roy Suryo
- Aa Gym Ucap Masalah Terbesar Negeri Ini Akhlak, Guntur Romli: Dia Sebut Istrinya Melahirkan Dengan 'Turun Mesin'
- Guntur Romli Sindir Anies Baswedan: Ahli Menata Kata, Bukan Bekerja
- Guntur Romli Sebut Anies Baswedan Ahli Menata Kata Bukan Bekerja
- Roy Suryo Pakai Penyangga Leher, Guntur Romli: Orang ini Diperiksanya di Rumah Sakit Jiwa Saja
“Krn FPI yg asli sdah dilarang, maka jadi bahan ketawaan kalau ada yg ngaku2 FPI paling asli & menuduh yg lain palsu. Emang apa bukti mrk FPI asli? Terdaftar resmi, atau apa? Gak relevan,” tambahnya.
Selain itu, Mohamad Guntur Romli juga menjelaskan soal hubungan antara Anies Baswedan dengan FPI.
Mohamad Guntur Romli berpendapat bahwa kerja sama antara Anies Baswedan dengan FPI yang asli adalah benar adanya.
“Apalagi keterikatan Anies dgn FPI yg asli. Poinnya kolaborasi Anies dgn FPI yg asli itu tdk terbantahkan,” tutur Mohamad Guntur Romli.
“Poinnya kolaborasi Anies dgn FPI (yg asli) itu FAKTA!” tegas Mohamad Guntur Romli.
Disisi lain, Mohamad Guntur Romli juga menanggapi pernyataan DPP FPI terkait FPI Reborn. Menurutnya tidak perlu memakai istilah ‘false flag’, karena insiden seperti ini sering dilakukan oleh organisasi Islam tersebut.

“Sok2 pake analisa ‘false flag’ krn mereka sering melakukannya, misal kasus Ratna Sarumpaet yg ngaku digebukin, Rizal Afif yg diwawancarai Refly Harun ngaku napiter buat bela Munarman & Bahar,” ucap Mohamad Guntur Romli.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
