Terkini.id, Jakarta – Politisi Demokrat, Taufik Rendusara melontarkan sindiran kepada advokat kondang, Yusril Ihza Mahendra.
“Bro Yusril Ihza Mahendra, jangan kebanyakan bacot mengatasnamakan Demokrasi,” katanya melalui akun Twitter Trendusara pada Senin, 27 September 2021.
“Bilang aja ‘advokat juga perlu makan.’ Whicis… Jujur itu hebat,” sambungnya.
Seperti diketahui, belakangan ini para politisi Demokrat memang kerap melontarkan kritik dan sindiran kepada Yusril Ihza Mahendra.
Pasalnya, Yusril mendampingi empat eks kader Demokrat mengajukan Judicial Review terhadap AD/ART Partai Demokrat 2020 ke Mahkamah Agung (MA).
- Tope Rendusara: Negara Lain Bicara Perang Dunia, Menteri Indonesia Bahas Toa Masjid, Kalau Gak Goblok Apa?
- Nama IKN Menuai Kritikan, Politisi Demokrat: Ibu Kota Baru Sebaiknya Dinamai Atlantis
- Politisi Demokrat Usul Prabowo Calonkan Diri jadi Gubernur: Kali Aja Bisa 'Ngerasain Menang'
- Singgung Gerombolan Penghasut Atas Nama Demokrasi, Politisi Demokrat: Jokowi dan Pemujanya adalah Contoh Nyata
- Tak Terima Hasto Sebut Soekarno Kader PDIP, Politisi Demokrat: Jangan Merendahkan Bung Karno
Yusril yang juga meruoakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) mengatakab bahwa pengujian AD/ART Demikrat itu penting dalam membangun demokrasi.
“Kami berpendapat bahwa pengujian AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung ini sangat penting dalam membangun demokrasi yang sehat di negara kita,” kata Yusril pada Kamis, 23 September 2021, dilansir dari Detik News.
Ia menjelaskan bahwa selama ini, Kementerian Hukun dan HAM kerap merasa tidak enak untuk memeriksa AD/ART partai secara mendalam sebelum mengesahkan karena tidak ingin disebut terlalu jauh mencampuri urusan partai politik.
Yusril menilai itu menjadi celah bagi suatu parpol untuk membuat AD/ART secara suka-suka.
Padahal, menurutnya, seharusnya AD/ART dibuat se-presisi mungkin dan tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dan UUD 1945.
Terlebih, saat ini tidak ada lembaga yang berwenang memeriksa, menguji hingga mengadili AD/ART partai politik bertentangan dengan undang-undang atau tidak.
“Nah, mengingat peran partai yang begitu besar dalam kehidupan demokrasi dan penyelenggaraan negara, bisakah sebuah partai sesuka hatinya membuat AD/ART?” kata Yusril.
“Apakah kita harus membiarkan sebuah partai bercorak oligarkis dan monolitik, bahkan cenderung diktator, padahal partai adalah instrumen penting dalam penyelenggaraan negara dan demokrasi?” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
