Sindir Netizen yang Bela Risma, Politisi Demokrat: Kelakuan Cebong Memang Rada-Rada

Sindir Netizen yang Bela Risma, Politisi Demokrat: Kelakuan Cebong Memang Rada-Rada

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana menanggapi netizen yang membela Menteri Sosial, Tri Rismaharini yang memaksa anak disabilitas Tuli untuk berbicara.

Cipta menyindir bahwa kelakuan cebong memang begitu, selalu menyalahkan orang lain dan media.

“Segitunya membela orang salah. Kelakuan cebong memang rada-rada, selalu menyalahkan orang lain dan media,” kata Panca melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 3 Desember 2021. 

“Pasti biasanya kalau nga nuduh orang lain udah baca lengkap belum? Kebiasaan baca judul aja. Kalau nga menuduh media clickbait. Prettt,” sambungnya.

Adapun netizen yang Panca tanggapi mengatakan bahwa Risma tidak melakukan pemaksaan kepada anak disabilitas Tuli tersebut.

Baca Juga

“Buat saya ibu risma disini tidak melakukan pemaksaan,” kata netizen tersebut pada Kamis, 2 Desember 2021.

Menurut netizen ini, Risma hanya ingin mendorong anak tersebut supaya dapat berbicara atau mengeluarkan kata-kata semampunya.

Katanya, Risma tidak menuntut anak disabilitas Tuli itu untuk sempurna dalam berbicara, namun yang penting mau berusaha.

“Sekali lagi ya media yang ada melakukan CLICKBAIT + banyak yang kena clickbait,” katanya.

Seperti telah banyak beredar, Risma dalam Peringatan Haris Disabilitas 2021 itu memang mengatakan bahwa ia sengaja memaksa anak tersebut untuk berbicara.

Namun, saat diminta klarifikasi, Risma menjelaskan bahwa aksinya hanya imgin menyampaikan pesan dan juga memastikan beberapa hal.

“Jadi begini yah, saya menyampaikan yang pertama bahwa setiap kekurangan pasti diberikan kelebihan. Kemudian saya pengin tahu apakah alat yang saya bantu bisa berfungsi maksimal. Saya juga kan pengin tahu,” kata Risma, Kamis malam, pada 2 Desember 2021, dilansir dari Liputan 6.

“Kedua, apakah sebetulnya dia memang hanya tunarungu atau tunawicara atau dua-duanya,” lanjutnya.

Menurut Risma, hal itu juga demi melatih Aldi (nama anak tersebut) untuk berbicara. 

Belajar dari pengalaman saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, Risma menjelaskan bahwa dirinya pernah menemui disabilitas Tuli yang diperkosa.

“Dia nggak bisa teriak, dan itu setelah saya ceritakan di sini, bu betul. Bahkan pemerkosa itu bebas karena dia nggak bisa menjelaskan. Itulah PR yang terus terang bagaimana mereka bisa survive di kondisi apa pun, minimal dia bisa minta tolong atau teriak minta tolong,” paparnya.

Bukan hanya itu, kata Risma, pernah juga kejadian saat banjir seorang disabikitas Tuli tidak bisa teriak dan akhirnya tenggelam.

“Jadi itulah saya sampaikan saya ingin mengoptimalkan kemampuan dia kalau memang dia bisa bicara, itu pilihan setelah itu dia mau bicara atau tidak. Tapi bagi saya saat dia kondisi terdesak dia bisa melakukan sesuatu untuk pengamanan dirinya itu yang paling penting bagi saya,” tegas Risma.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.