Politisi PDIP: Lama-Lama Rocky Menggerung-gerung Mati Berdiri Lihat Pak Jokowi Makin Diakui dan Dicintai Rakyat

Politisi PDIP: Lama-Lama Rocky Menggerung-gerung Mati Berdiri Lihat Pak Jokowi Makin Diakui dan Dicintai Rakyat

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaPolitisi PDIP, Ruhut Sitompul menanggapi pengamat politik, Rocky Gerung yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo lah yang seharusnya dituntut diganti atas polemik Jaminan Hari Tua (JTH), bukan Menteri Ketenagakerjaan.

Ia menyindir bahwa lama-kelamaan, Rocky Gerung akan mati berdiri melihat Presiden Jokowi semakin diakui dan dicintai rakyat.

“Lama-lama Rocky menggerung gerung mati berdiri melihat Pak Joko Widodo makin diakui dan dicintai Rakyat Indonesia,” kata Ruhut Sitompul melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 21 Februari 2022.

Pasalnya, menurut Ruhut Sitompul, bahkan orang yang tidak mendukung Jokowi kini telah berbalik mendukung.

“Bukan hanya pendukung setianya tapi juga yang tidak mendukung menjadi makin mendukung demikian hasil survei Harian Kompas,” katanya.

Baca Juga

Dalam cuitannya, Ruhut SItompul membagikan berita berjudul “Aturan Baru JHT Tuai Polemik, Rocky Gerung: Jangan Tuntur Ganti Menaker, tapi Ganti Presiden!”.

Sebagaimana diketahui, aturan baru tentang JHT ditentang oleh sejumlah kalangan, termasuk buruh.

Banyak yang tak terima jika dana tersebut baru bisa dicairkan setelah pemegang hak berusia 56 tahun.

Ida Fauziyah sebagai Menaker pun dikritik keras karena dialah yang menerbitkan Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 yang mengatur pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Namun, dalam pernyataannya, Ida Fauziyah menyebut bahwa aturan tersebut sudah disetujui oleh Presiden Jokowi.

Rocky Gerung pun menilai bahwa dari awal, diketehui bahwa seluruh keputusan yang menyangkut uang besar pasti di dalamnya ada misi presiden.

Mantan dosen Universitas Indonesia ini menilai bahwa visi Presiden Jokowi memang adalah mengumpulkan uang.

“Kalau enggak kita sebut visi presiden itu adalah ngumpulin uang gede gitu kan,” katanya seperti yang dikutip Hops.ID dari kanal Youtube Rocky Gerung Official pada Kamis, 17 Februari 2022. 

“Presiden pernah bilang di kantong saya ada Rp11 ribu triliun gitu. Itu artinya presiden memang doyan ngumpulin uang gede gitu,” tambahnya.

Alasannya, kata Rocky Gerung, karena uang besar itu bisa langsung akan diubah menjadi proyek besar.

Padahal, lanjutnya, sebetulnya bangsa ini tidak perlu proyek besar-besar, melainkan proyek kecil-kecil yang langsung terlihat manfaatnya pada rakyat.

Rocky Gerung mencontohkan beberapa proyek besar Presiden Jokowi yang ia anggap tidak perlu, seperti proyek jalan told an bendungan.

“Jadi Presiden enggak bisa berpikir begitu. Karena itu Dia berpikir uang besar. Nah, uang buruh itu uang gede jadi Presiden pasti sudah kasih sinyal pada Menaker untuk membuat aturan JHT baru,” katanya.

Oleh sebab itulah, dalam bayang Rocky Geung, Menaker akan bertanya-tanya mengapa ia yang dikritik sementara aturan dibuat atas izin Presiden.

“Jadi intinya, kemaren bahwa buruh minta supaya Menaker itu diganti karena bikin masalah. Nah, sekarang Menaker bilang, ’Bukan gue bikin masalah, Pak Presiden yang bikin masalah.’ Jadi ya ganti presiden, logikanya begitu,” pungkas Rocky Gerung.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.