Politisi PDIP: Lawan Politik Kami Barisan Sakit Hati Kadrun Ketakutan Dikejar Bayang-Bayang Kekalahan

Politisi PDIP: Lawan Politik Kami Barisan Sakit Hati Kadrun Ketakutan Dikejar Bayang-Bayang Kekalahan

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Ruhut Sitompul mengatakan bahwa lawan politik pihaknya adalah barisan sakit hati kadrun.

Ia juga menyindir bahwa kelompok yang ia maksud itu ketakutan dikejar bayang-bayang kekalahan sehingga meminta Presidential Threshold 20 persen dihapus.

“Lawan politik Kami Barisan Sakit Hati Kadrun ketakutan dikejar bayang-bayang kekalahan minta PT 20% dihapus,” kata Ruhut Sitompul melalui alun Twitter pribadinya pada Jumat, 24 Desember 2054.

“Makin galau ha ha ha melihat Rakyat Indonesia semakin mencintai NASIONALIS PDI Perjuangan,” sambungnya.

Bersama pernyataannya, Ruhut Sitompul membagikan berita berjudul “Instruksi Bagi-bagi Sembako Tanda Kegagalan PDIP jadikan Parlemen Panggung Kampanye Puan”.

Baca Juga

Dilansir dari berita Suara.com tersebut, Peneliti Formappi, Lucius Karus mengomentari soal Fraksi PDI Perjuangan di DPR yang mewajibkan legislator mereka membagikan sembako dengan kemasan bergambar Ketua DPR RI, Puan Majarani.

Menurut Lucius, instruksi fraksi itu adalah langkah kampanye untuk Puan Maharani, namun tidak akan efektif.

Pasalnya, ia meyakini bahwa strategi bagi-bagi sembako dengan foto Puan bakal sulit mendapatkan simpati masyarakat. 

“Popularitas Puan mungkin akan tergenjot sedikit tetapi saya enggak yakin dengan elektabilitasnya,” kata Lucius pada Jumat, 24 Desember 2021.

Lucius Karus menilai bahwa Puan justru akan dianggap terlalu bernafsu mengejar kekuasaan, lantaran sampai harus memanfaatkan masa reses anggota DPR Fraksi PDIP untuk membagikan sembako dengan tas bergambar Puan. 

Padahal, lanjutnya, Puan Maharani tidak memiliki elektabilitas yang cukup, bahkan nyaris tidak ada.

“Dengan pembagian sembako dini ala PDIP ini sesungguhnya mau mengonfirmasi kegagalan Puan ataupun PDIP menjadikan panggung parlemen sebagai senjata kampanye untuk kepentingan Pemilu selanjutnya,” katanya.

Diketahui, sebuah edaran menyatakan bahwa anggota DPR Fraksi PDIP wajib membagikan sembako berupa beras kepada masyarakat di daerah pemilihan dengan dibungkus tas bergambar Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Dalam edaran itu, disebutkan bahwa tas bergambar Puan itu sudah dibagikan Pembina Fraksi PDIP itu kepada masing-masing anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan. 

Disebutkan pula bahwa embako harus disampaikan langsung oleh masing-masing anggota DPR dan disebut sebagai “sumbangan Puan Maharani”.

Soal edaran ini, anggota DPR RI Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno bahwa fraksinya melakukan inisiatif konkret sebagai rangkaian ekspresi solidaritas kepada struktur partai dan masyarakat. 

Kewajiban membagikan sembako itu, menurutny, merupakan bagian dari Program Gotong Royong Berskala Besar (PGRBB), di mana programnya berupa pembaguan beras atau sembako.

“Kali ini dilakukan bersama-sama di masa reses. Dengan demikian harus dilakukan koordinasi yang rapi karena ada sejumlah anggota di dapil yang sama. Kami berharap efektivitas bantuan menjadi lebih baik, dengan jangkauan yang lebih merata,” jelasnya pada Kamis, 22 Desember 2021.

Hendrawan juga membenarkan bahwa pembagian sembako itu diwajibkan menggunakan tas bergambar Puan Maharani sebagaiman edaran di atas.

“Dibuat seragam dengan foto Mbak Puan Maharani sebagai Ketua DPR/Pembina Fraksi, dan foto anggota yang bersangkutan. Intinya ini bentuk solidaritas fraksi kepada jajaran struktur partai dan masyarakat di akar rumput,” ungkapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.