Terkini.id, Makassar – Kebijakan Pemerintah Kota Makassar, Rudy membetuk tim ahli percepatan ekonomi dari kalangan akademisi dinilai pemborosan anggaran.
Salah satu Anggota DPRD Kota Makassar, Azwar menyebut banyak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang lebih berkompeten untuk itu.
“Ini pemborosan anggaran saja. Jangan mencari bahasa-bahasa lain atau strategi lain yang malah menyebabkan anggaran keluar lebih besar,” kata Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Azwar, Jumat, 9 Oktober 2020.
Politisi PKS ini mendesak pemerintah kota untuk fokus dalam penanganan pandemi Covid-19.
Sebelumnya, Rudy telah mencanangkan membentuk tim, terdiri dari 5 orang akademisi yang bertugas mendongkrak laju ekonomi Kota Makassar.
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- Melayani Tanpa Batas Waktu, Disdukcapil Jeneponto Buka Layanan di Hari Libur, Terbitkan 119 Dokumen
- Korban Penganiayaan di Tamalatea Terbaring Lemas, Diduga Pelaku Lebih dari 1 Orang, Kapolsek Bilang ini
- Kuliah Umum Prodi MHU UIN Alauddin Makassar Hadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI
- Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sulawesi untuk Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Saat Long Weekend
Azwar menekankan anggaran yang ada seharusnya dialokasikan pada tindakan nyata yang menyentuh langsung masyarakat.
Seperti menyasar kepada padat karya, penambahan modal UMKM. Hal itu, agar daya beli dan perputaran ekonomi kembali bergairah.
“Pikirkan bagaimana penanganan Covid-19 ini bagus. Tugas utamanya dia diangkat menjadi Pj Wali Kota untuk mengatasi Covid-19 di Makassar. Mestinya dia fokus. Jangan dia tidak baik komunikasinya dengan DPRD,” tuturnya lagi.
“Intinya, mereka (tim ahli) itu siapa yang tiba-tiba mau diangkat menjadi tim percepatan, apa alasannya. Artinya tidak terlalu mendesak. Yang mendesak harus dilakukan bagaimana penanganan Covid-19 yang baik dan pelaksanaan Pilkada yang mematuhi protokol Covid-19. Pemerintah kota lah yang bertanggung jawab juga,” sambung Azwar kemudian.
Selain pemborosan anggaran, ia menganggap penunjukan 5 tim ahli ini hanya mengacaukan kebijakan-kebijakan yang telah diatur sebelumnya. Azwar menegaskan tidak setuju dengan penunjukan tersebut.
“Mestinya fokus pada kebijakan sebelumnya. Jadinya malah tidak ada yang jalan kalau diangkat lagi orang yang membuat kebijakan baru. Artinya tidak fokus. Intinya saya tidak setuju. Percepatan apa itu tidak jelas dari mana asalnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Rudy menyatakan, selain percepatan penanganan Covid-19, pemeritah kota juga harus bergerak cepat dalam memulihkan ekonomi seperti. Hal itu sama seperti yang selalu ditekankan pemerintah pusat.
“Masyarakat kita sekarang sudah terpuruk ekonominya. Masyarakat butuh gerakan yang cepat. Kita tidak boleh lambat, apalagi lambat karena perdebatan yang tidak penting hanya karena persepsi yang keliru,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
