Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menanggapi soal pernyataan Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nur Azizah Tamhid yang menyinggung soal keperawanan siswi SMA di Depok.
Lewat cuitannya di Twitter, Minggu 27 Desember 2020, Eko Kuntadhi mengaku heran lantaran politisi dari PKS kerap mengurusi soal selangkangan.
“Ini partai, urusannya selangkangan mulu,” cuit Eko Kuntadhi.
Menurutnya, masalah siswi SMA di Depok yang tidak lagi perawan mungkin merupakan hasil dari 15 tahun PKS menguasai kota di Jawa Barat itu.
“Depok 15 tahun dikuasai PKS. Mungkin inilah hasilnya,” tuturnya.
- Hoaks Harga Pertalite Naik 26 September 2026 Beredar, Pertamina Imbau Masyarakat Tak Percaya
- Syariah First Jadi Strategi Bank Sulselbar, Raih Excellence in Sharia Regional Banking Growth
- Bank Sulselbar Raih Prominent Awards 2026, Perkuat Perbankan Syariah Regional
- Dari Ruang Kelas ke Dunia Kerja, Astra Motor School Siapkan Siswa SMK Menjawab Kebutuhan Industri
- Bina 98 SMK di 4 Wilayah, Asmo Sulsel Kembangkan Astra Motor School
Dalam cuitannya itu, Eko Kuntadhi juga membagikan link artikel pemberitaan berjudul “Politisi PKS Sebut 70 Persen Siswi di Depok Tidak Perawan Lagi, Simak Ciri-ciri Wanita Tidak Perawan” yang dimuat situs Wartakotalive.com pada Kamis 24 Desember 2020.
Dilihat dari isi artikel itu disebutkan Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PKS Nur Azizah Tamhid menyampaikan sekitar 70 persen siswi sekolah di Kota Depok, Jawa Barat, tidak lagi perawan.
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait juga sependapat dengan pernyataan Nur Azizah jika mengacu pada data lima tahun silam.
“Jadi sebenarnya lima tahun yang lalu survei Komnas PA menemukan 93,7 persen anak SMP dan SMA itu mengaku sudah tidak perawan lagi,” kata Arist Merdeka Sirat.
“Jadi apa yang dikatakan oleh kader PKS itu dibenarkan data lima tahun lalu kita sudah umumkan itu,” sambungnya.
Arist Merdeka Sirait mengatakan dari persentase itu, sebanyak 61,2 di antaranya mengaku nekat menggugurkan kandungannya.
“Itu (survey) di beberapa wilayah dengan sampling sekira 4.700-an anak SMP dan SMA. Jadi jika diturunkan persentase itu atau yang dilansir di Depok itu dibenarkan dengan angka itu,” paparnya.
Dalam isi artikel pemberitaan yang dibagikan Eko Kuntadhi tersebut, Arist juga menegaskan bahwa data yang disampaikan oleh Politisi PKS Nur Azizah Tamhid memang mirip dengan data yang dimiliki pihaknya.
“Dari data kami, bahkan 97 persen lebih itu mengaku pernah nonton pornografi. Jadi perilaku seks remaja di Depok itu sesuai angka-angka itu. Makanya perlu diantisipasi,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
