Terkini.id, Jakarta – Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean memposting sebuah video yang memperlihatkan pendakwah Ustaz Yahya Waloni hendak dipolisikan oleh pihak tertentu.
Dilihat dari video yang dibagikan Ferdinand Hutahaean tersebut, Kamis 18 Februari 2021, tampak seorang pria mengungkapkan bahwa pihaknya akan mempolisikan Ustaz Yahya Waloni.
“Kami sengaja datang ke Bareskrim untuk melaporkan pak Ustaz Yahya Waloni,” demikian terdengar suara pria dalam video tersebut.
Namun, belum diketahui pasti siapa sosok pria dalam video itu yang hendak mempolisikan Yahya Waloni.
Pada slide video selanjutnya, terlihat Ustaz Yahya Waloni tengah menyampaikan isi ceramahnya tentang politik di Indonesia.
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
- Hadiri Sosialisasi Jamsostek, Wakil Bupati Sidrap Dorong Perlindungan Pekerja Penggilingan Padi
- BTIIG Raih Penghargaan Gubernur Sulteng Atas Kontribusi Pendapatan Daerah
Dalam ceramahnya tersebut, Yahya Waloni mengungkapkan biang kerok politik di Indonesia hanyalah satu orang yakni Megawati Soekarnoputri.
“Skenario politik yang ada di Indonesia ini sebenarnya biang keroknya itu cuma satu. Nenek-nenek di Jakarta itu yang saya doakan cepat mati, Megawati,” ujar Yahya Waloni dalam video tersebut.
Menanggapi video itu, Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter memperingatkan Ustaz Yahya Waloni agar mempersiapkan dirinya untuk menghadapi hukum.
“Wahai Waloni, persiapkan dirimu untuk menikmati dunia yang berbeda,” ujarnya.
Sebelumnya, Ustaz Yahya Waloni dalam video ceramahnya mengaku pernah mendoakan Megawati Soekarnoputri agar cepat mati.
Pengakuannya terkait Megawati tersebut disampaikan Yahya Waloni lewat sebuah video ceramahnya yang tayang di kanal Youtube Termometer Islam.
Dalam ceramahnya itu, Ustaz Yahya mengaku berulang kali terlibat hukum lantaran menghina tokoh tertentu.
Akan tetapi, kata Yahya, apa yang ia sampaikan tersebut berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW.
Lantaran mendoakan jelek Ketua Umum PDIP itu, Yahya Waloni sempat dilaporkan ke aparat berwajib.
“Saya pernah dilapor karena menghina beberapa tokoh. Saya katakan Megawati supaya cepat mati, dilapor (ke polisi) saya. Padahal (apa yang disampaikan) berdasarkan hadis,” ungkap Ustaz Yahya Waloni.
Ia pun menceritakan, saat itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mempermasalahkan ucapannya terhadap Megawati tersebut.
Bahkan, menurut Yahya, malah pemerintah yang justru merasa tersinggung dan melaporkannya ke polisi.
Menurut Ustaz Yahya Waloni, doanya terhadap putri Proklamator Bung Karno tersebut lantaran ia menilai Megawati sebagai sosok yang zalim.
“Nabi katakan, janganlah mendoakan umur panjang kepada orang yang zalim. Berarti kita boleh doakan (Megawati), tapi jangan umur panjang,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
