Terkini, Makassar — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Federasi Serikat Pekerja Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FSP BPD SI) yang digelar di The Rinra Makassar, Sabtu (9/5/2026).
Dalam sambutannya, Jufri Rahman menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kota Makassar sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakernas FSP BPD SI.
Menurutnya, forum nasional tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, industri perbankan, dan serikat pekerja di tengah dinamika transformasi sektor keuangan.
“Kegiatan ini sangat tepat dan strategis, bukan saja bagi pengurus organisasi Federasi Serikat Pekerja Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia dalam membawa aspirasi dan memperjuangkan kepentingan anggotanya, tetapi juga bagi pekerja dan buruh secara umum dalam meningkatkan kesejahteraan,” ujar Jufri.
Ia menegaskan bahwa sektor perbankan saat ini menghadapi tantangan besar akibat percepatan transformasi industri dan digitalisasi layanan keuangan. Karena itu, menurutnya, perubahan tersebut harus diantisipasi secara bijak agar tidak mengesampingkan aspek ketenagakerjaan.
- Sambut Umrah Musim Depan, Lion Air Buka 6 Kali Penerbangan Makassar-Saudi Dalam Sepekan
- BookCabin Travel Fair Dimulai dari Makassar, Pengunjung Berburu Promo hingga Fash Sale Tiket Liburan dan Umrah
- HIGAR CPI Resmi Dibuka, Bidik Jadi Pusat Gaya Hidup Sehat Terintegrasi di Makassar
- Pegadaian Peduli Pendidikan, Salurkan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa SD Inpres Kajenjeng Makassar
- Makassar Terbaik I Creative Financing Regional Sulawesi, Raih Insentif Rp3 Miliar dari Kemendagri
“Digitalisasi perbankan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kita harus menyadari bahwa transformasi ini berdampak langsung pada struktur ketenagakerjaan dan keberlanjutan tenaga kerja di daerah,” katanya.
Menurut Jufri, peran FSP BPD SI menjadi sangat penting sebagai jembatan dalam menjaga keseimbangan antara akselerasi bisnis perbankan dan pemenuhan hak-hak pekerja.
“Kita memerlukan penguatan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan agar setiap langkah transformasi perbankan tetap berorientasi pada kesejahteraan manusia di dalamnya,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Jufri juga memaparkan kondisi ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang menunjukkan tren positif pada awal 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) akhir 2025, jumlah penduduk bekerja di Sulsel mencapai 4,7 juta orang dari total angkatan kerja sebanyak 4,9 juta orang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
