Terkini, Makassar — Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memperingatkan adanya potensi peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan.
Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer terkini menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pola cuaca di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan.
“Berdasarkan dinamika atmosfer terkini, fenomena ENSO saat ini berada pada fase La Nina lemah. Kondisi ini menyebabkan pembentukan awan di wilayah Indonesia relatif lebih mudah terjadi,” ujar Irwan Slamet, Selasa, 17 Desember 2024.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) tercatat sedang berada pada fase 5, yang turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
Lebih lanjut, Irwan menyebut gelombang Kelvin diperkirakan akan aktif di wilayah Sulawesi bagian selatan dalam beberapa hari ke depan. Di sisi lain, pusat tekanan rendah yang terpantau di Australia bagian utara berkontribusi terhadap fenomena konfluensi atau pertemuan arus angin, yang memicu penggumpalan massa udara.
- Membangun Kekuatan, Membuka Jalan Kesejahteraan, Satgas TMMD ke-128 Bangun Talud, Jamin Infrastruktur Desa
- Membangun Dasar Pemerintahan Bersih, Kolaborasi Pemkab Jeneponto dan KPK Gagas Pencegahan Korupsi
- Perkuat Mitigasi Kebakaran, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Latih Masyarakat Gunakan APAR
- Kepala Bapenda Makassar Dampingi Wali Kota Terima Penghargaan Nasional di Hari Otda 2026
- Satu-satunya dari Luar Jawa, Makassar Raih Predikat Kinerja Tertinggi di Hari Otda 2026
Kondisi ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut di sepanjang jalur menuju pusat tekanan.
“Kondisi atmosfer yang dinamis ini secara umum berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi Selatan,” tutur Irwan.
Memasuki periode 18 hingga 22 Desember 2024, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat akan melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Irwan merinci, daerah yang berpotensi terdampak meliputi Kota Parepare, Kabupaten Barru, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar. Selain hujan deras, potensi angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi di sejumlah perairan Sulawesi Selatan. Gelombang dengan kategori sedang, berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, diperkirakan terjadi di:
- Selat Makassar bagian selatan,
- Perairan Sabalana,
- Perairan barat Kepulauan Selayar,
- Laut Flores bagian barat,
- Teluk Bone bagian selatan,
- Perairan timur Kepulauan Selayar,
- Perairan Pulau Bonerate-Kalaotoa bagian utara dan selatan,
- Laut Flores bagian utara dan timur.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
