PPL di Bantaeng Aktif Memaksimalkan Pompanisasi untuk Mendukung Ketersediaan dan Pemenuhan Air di Lahan Petani

PPL Gantarangkeke Memaksimalkan Pompanisasi di Lahan Petani

Semangat petani dan penyuluh sangat diharapkan untuk sejalan dengan yang dipesankan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Sektor pertanian menjadi andalan dan harapan bahkan tulang punggung. Hal ini “Merupakan tanggung jawab bersama dalam menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia dan merupakan kekuatan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku dan pemerhati pembangunan pertanian,” tegas SYL.

Kementerian Pertanian ( Kementan) telah menyiapkan langkah-langkah sebagai antisipatif untuk menjaga produksi padi nasional pada musim kemarau yang pada Agustus dan September 2020 menjadi puncaknya. Selain mendorong penggunaan bibit padi yang cocok untuk lahan kering, Kementan juga menyiapkan pompanisasi dan pipanisasi di sejumlah daerah yang rawan kekeringan. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, strategi ini terbukti berdampak besar pada peningkatan produksi pangan.

Untuk itu, Mentan SYL mengajak semua insan pertanian mendampingi petani dalam percepatan tanam padi. Petani harus segera tanam usai panen. Ia juga meminta petani untuk memanfaatkan dan memaksimalkan sisa air yang tersedia serta sumber-sumber yang ada untuk mengairi lahan dengan menggunakan pompa.

Sementara Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menyampaikan pentingnya pembangunan SDM untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Menurut Dedi Nursyamsi, tujuan pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan untuk 267 juta jiwa rakyat Indonesia.
“Hal itu bisa diwujudkan dengan meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan ekspor. 

Menarik untuk Anda:

Tujuannya adalah untuk peningkatkan produktivitas, kualitas, dan kontinuitas. Dan garda terdepan untuk melakukannya adalah melalui Kostratani,” tuturnya.
Dedi menjelaskan, Kostratani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan. Kostratani merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan memanfaatkan IT dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Kostratani dapat berperan sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat pengembangan jejaring kemitraan, pusat konsultasi agribisnis,” terangnya.

Dalam membantu pemenuhan pangan Rakyat Indonesia, Andi Muh. Iqbal bersama dengan petugas POPT melakukan monitoring pada pertanaman padi di Kelompok Tani Harapan, Desa Layoa Kec. Gantarangkeke Kab. Bantaeng. Kamis (03/09).

Apa yang kami lakukan bersama petugas POPT adalah memberikan pemahaman dan menyarankan kepada petani untuk memaksimalkan pompanisasi serta mengatur periode tanam, dengan tujuan tanaman padi terhindar dari kekeringan. Pompanisasi merupakan salah satu upaya untuk mendukung ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan air pertanian, khususnya pada area di luar sistem irigasi teknis. Petani bisa memaksimalkan pompa air untel mengairi lahannya,” ungkap Andi. (MUZ).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Maju di KBMI, FIKOM UMI Sasar Tingkat Nasional

Tetap Produktif di Masa Pandemi, Ini yang Dilakukan Himatep FIP UNM

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar