Mahasiswa Baru Polbangtan Gowa Mengikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba oleh BNN

Mahasiswa Baru Polbangtan Gowa Mengikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba oleh BNN

Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

Mentan SYL mengatakan, Polbangtan sebagai pelaksana pendidikan vokasi  merupakan pabrik pencetak generasi milenial harus terus melakukan inovasi sebagai modal mahasiswa ketika terjun ke masyarakat.  “Kalian ini adalah pioner penentu kesejahteraan bangsa ini. Miskin atau tidak masyarakat ada di tangan kamu (mahasiswa). Millenial, dreaming, bilieving, maked happy,” ujar Mentan SYL.

Sebagai langkah awal sebelum memasuki dunia perkuliahan, setiap calon mahasiswa baru diwajibkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru.  Sebab, adalah fondasi dasar bagi mahasiswa baru untuk membentuk sikap dan karakter jiwa yang baik. Sehingga membentuk lulusan sebagai qualified job creator dan qualified job seeker. 

 “Kamu tidak sia-sia ada di tempat ini. Isi pikiranmu, isi hatimu, kamu harus sehat. Sehingga kamu bisa menyerap keterampilan, pendidikan, penguasaan teknologi, penguasaan sain dan riset yang kuat. Dan kamu besok keluar menjadi entrepreneur di bidang pertanian. Kamu besok menjadi orang-orang yang diandalkan bahkan dibutuhkan oleh alam yang ada di sekitarmu untuk bisa kau produksikan sebagai sebuah kekuatan dari kehidupan negeri dan bangsa ini melalui pertanian” tutur SYL pada pembukaan Mabidama Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa (6/9) yang dilaksanakan secara virtual.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa Polbangtan merupakan wadah untuk mencetak calon agripreneur muda serta qualified job creator dan job seeker.  “Lulusan Polbangtan harus memberikan resonansi positif kepada generasi–generasi muda di sekitar untuk tertarik pada dunia pertanian,” katanya. Dedi Nursyamsi menambahkan, pondasi dasar bagi mahasiswa baru untuk membentuk sikap dan karakter jiwa yang baik, sehingga membentuk lulusan sebagai qualified job creator dan qualified job seeker, bermental baja, pekerja keras, pekerja cerdas, wirausaha muda pertanian yang profesional. 

Tahun ini Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa menggelar kegiatan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (Mabidama) yang diikuti 311 orang Calon Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2022 dari 4 program studi di Polbangtan Gowa pada tanggal 6 hingga 8 September 2021 secara virtual.

Baca Juga

Syaifuddin juga menyampaikan pesan Mentan SYL yang mengamanahkan 5 kunci sukses sebagai insan hebat. “Yaitu jangan bermain-main kepada pemberian Tuhan, bersyukur atas segala pemberian dan karunia -Nya, learn and Learn, belajar dan terus menerus, melihat Best Practise, memahami sekitar; “your Dream Come True” bermimpi lah setinggi-tingginya, dan mimpimu akan terwujud, sederhana, Belajar dari keteladanan, jangan ikuti hal yang negatif dan belajar yang banyak bersungguh-sungguh dari teori-teori dan akademik yang akan di kecam pada Pendidikan yang akan di tempuh,” katanya. 

Sedangkan Ketua Panitia Mabidama, Muh. Azhar, mengatakan, dalam rangka menyiapkan mental dan memberikan gambaran tentang sistem pembelajaran dan kehidupan di kampus, maka diperlukan adanya kegiatan Mabidama Polbangtan Gowa untuk mempercepat adaptasi dengan lingkungan yang baru.  “Pada masa orientasi ini diharapkan menjadi titik tolak inisiasi pembinaan idealisme, menanamkan dan membina sikap cinta tanah air, kepedulian terhadap lingkungan, rasa cinta terhadap dunia pertanian dalam rangka menciptakan generasi yang maju, mandiri dan modern,” katanya.

Ishak Iskandar, SKM, M. Kes, Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP SulSel membawakan materi “Sosialisasi BNN”. Dengan tema “Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penyalahgunaan Narkoba”.

Dijelaskannya, bagaimana Narkoba dapat masuk ke Indonesia, Jalur peredaran Gelap ganja hingga modus operandi penyelundupan narkoba. Termasuk jenis-jenis zat psikoaktif, narkoba jenis baru yang bisa disulap menjadi permen anak.

Faktor Predisposisi, faktor biologis, faktor psikososial dan faktor sosial (kultural) merupakan 4 faktor yang masuk dalam kategori penyalahgunaan narkoba,” ungkap Ishak.

Diakhir materinya, Ishak memberikan solusi bagi yang sudah memakai yakni: Rehabilitasi dengan datang ke IPWL, asesment, perawatan, dan pasca rehabilitasi, sedangkan solusi yang belum memakai yakni: pemberian informasi dan edukasi, pecan orang tua dan perron sekolah étau kampus dalam menjaga generasi bangsa,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.