Makassar Terkini
Masuk

Dekati Tokoh NU, Pengamat Sebut Prabowo Cari Dukungan: karena Dukungan PA 212 Hilang

Terkini.id, JakartaPengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin komentari Prabowo Subianto yang lakukan safari Idul Fitri 2022 ke berbagai tokoh Nahdlatul Ulama dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan Prabowo guna mencari dukungan politik yang tergerus akibat ditinggalkan basis pendukungnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yaitu Persatuan Alumni atau PA 212.

Diketahui bahwa PA 212 mencabut dukungannya karena Prabowo memutuskan bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Kita tahu di Pilpres 2019 lalu Prabowo didukung kelompok 212, dan saat ini antara Prabowo dengan kelompok 212 sedang bermusuhan. Jadi suka tak suka senang tak senang, mencari dukungan ke kelompok lain. Nah, kelompok itu NU,” ucap Ujang.

Menurut Ujang, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi masyarakat Islam dengan jumlah anggota terbesar di Indonesia.

Oleh sebab itu, Ujang menduga Prabowo sedang menggalang dukungan agar elektabilitasnya semakin naik jelang Pemilu 2024.

“Dengan kelompok Islam 212 kan sudah cerai. Maka pilihannya ke kelompok NU. Bukan hanya memperluas (jumlah dukungan), tapi untuk mengganti dukungan dari kelompok 212 yang sudah menjauh dari Prabowo,” ungkapnya, dilansir dari Tempo pada Minggu 8 Mei 2022.

Diberitakan bahwa Prabowo melakukan safari Idul Fitri 2022 dengan berkunjung ke pondok pesantren dan menemui sejumlah tokoh Nadlatul Ulama di Jawa Timur hingga Jawa Barat.

Ia juga bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa di Surabaya, Jawa Timur, dan berziarah ke makam Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Selain itu, Prabowo juga disebut berencana bertemu dengan para Rais Aam dan Ketua Umum PBNU pada sisa liburan Idul Fitri 2022 ini. Prabowo disebut akan bertemu dengan mereka sebelum kembali beraktifitas sebagai Menteri Pertahanan. 

Meskipun demikian, pihak Gerindra menolak anggapan bahwa kunjungan Prabowo Subianto tersebut berkaitan dengan Pilpres 2024.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, misalnya, menyatakan bahwa Prabowo hanya mempererat silaturahmi yang sudah tersambung bertahun-tahun meskipun mengklaim bahwa sejumlah tokoh NU mendoakan ketua dewan pembina partainya itu bisa menjadi pemimpin Indonesia selanjutnya.