Terkini.id, Jakarta – Prabowo Subianto diminta jangan terlalu pede akan diusung dengan Puan Maharani dalam perhelatan Pilpres 2024. Apalagi, belum ada kepastian dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Demikian ini disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. Hal itu, menurut Dedi, Prabowo jangan terlalu percaya diri.
“Kepastian Prabowo dalam kontestasi (Maju Pilpres 2024) mungkin saja tetap kuat, mengingat ia Ketua Umum Gerindra.”
“Sementara soal apakah konsisten (koalisi) dengan PDIP, itu yang belum bisa dipastikan,” ujar Dedi Kurnia dikutip dari Rmol.id.
Menurut Dedi Kurnia, sikap Prabowo yang terlalu percaya diri bahwa PDIP telah memastikan itu adalah sebuah kesalahan politik. Prabowo seharunya belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya.
- Presiden Prabowo Subianto Serahkan Satyalancana Wira Karya ke Gubernur Sulsel
- Cek Kesehatan Gratis Tembus 70 Juta Peserta, Kemenkes Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Dedikasi Nakes
- Dua Guru Lutra Akhirnya Dapat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo, Gubernur Sulsel: Alhamdulillah
- Diluncurkan Presiden Prabowo, BSI Jadi Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia
- Dukung Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Kapolri-Panglima TNI Luncurkan Gugus Tugas Polri
“Dalam politik tidak ada yang pasti,” ujar Pengamat Politik hebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Bahkan, kata Dedi, PDIP bisa saja mengusung calon mereka sendiri tanpa perlu berkoalisi. Apalagi, PDIP merupakan satu-satunya partai yang memenuhi persyaratan presidential threshold dengan 20 kursi di Parlemen.
Artinya, mereka bisa saja mengusung Puan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
“Bisa saja, secara tiba-tiba PDIP mengusung Puan-Ganjar, atau Ganjar-Puan, sebagaimana Gerindra mengusung Prabowo-Sandiaga di Pemilu 2019 lalu?” tutur Dedi Kurnia.
Diketahui, dalam survei yang dirilis Indobarometer, PDIP menempati elektabilitas dibanding partai-partai lain.
Secara terperinci, elektabilitas PDIP berkisar 16,5 persen, disusul Gerindra 13,1 persen. Secara umum, partai-partai di lingkaran Pemerintah cenderung mendominasi peta elektoral, termasuk PKB dengan elektabilitas 7,8 persen dan Golkar 7,3 persen.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
