Pria di Ambon Tidak Percaya Virus Corona dan Ingin Temani 4 Pasien Covid-19

Ilustrasi Covid-19 (Instagram/design.emergency)

Terkini.id, Maluku – Masih ada saja warga yang kekurangan informasi terkait perkembangan virus covid-19 dan penyebarannya yang telah mengorbankan banyak jiwa.

Salah satunya adalah seorang pemuda di Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, berinisial AA yang terpaksa ditahan aparat kepolisian gara-gara postingannya terkait corona di media sosial.

Dalam unggahannya di linimasa Facebook tersebut, AA mengaku tidak percaya dengan keberadaan virus corona yang saat ini tengah mewabah.

Untuk membuktikan virus corona itu benar ada, dia pun menyatakan ingin menemani empat pasien positif Covid-19 yang saat ini tengah menjalani penanganan medis di RSUD Bula.

Selain itu dalam unggahan tersebut, dia juga menantang tim gugus tugas Covid-19 di wilayah itu untuk menangkapnya.

Menarik untuk Anda:

“Corona ini seng (tidak) betul. Beta mau buktikan kebenaran, Beta mau temani 4 pasein yang dibilang positif. Beta serius ini, tim gugus tugas besok tangkap Beta”, tulis AA di media sosialnya.

Kasat Reskrim Polres Seram Bagian Timur, AKP La Beli mengatakan, setelah mendapat informasi terkait postingan tersebut, pihaknya langsung menjemput AA untuk dimintai keterangan.

“Tadi kita sudah ambil orangnya untuk konfirmasi itu. Lalu dia sudah minta maaf jadi mungkin kami akan mempertemukannya dengan tim gugus tugas,” kata La Beli, Senin kemarin seperti dikutip dari kompascom.

Polisi terpaksa meminta klarifikasi dari AA lantaran unggahan di media sosial itu dinilai telah meresahkan warga di Kabupaten Seram Bagian Timur.

“Karena postingan itu sangat meresahkan, jadi kami mintai klarifikasi darinya dan ternyata dia (AA) ini mengaku selalu membaca referensi terkait corona dari China,” ungkap dia.

La Beli menambahkan, di tengah situasi pandemi seperti ini, setiap warga harusnya lebih bijak dalam bermedia sosial, sehingga tidak menggagu pihak lain dan meresahkan masyarakat.

“Ini kan membuat masyarakat menjadi resah. Kami berharap jangan lagi ada warga yang mem-posting hal-hal yang dapat meresahkan warga, ini kan tidak baik dan mengganggu,” ujar dia.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Menko PMK Bantah Pernyataan Menag Soal Masjid Istiqlal Dibuka untuk Salat Idul Adha

Sadis, Suami Istri Bunuh Bocah 5 Tahun lalu Ambil Kalung Perhiasan Korban

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar