Pria Mengaku Asal Palestina Ikut Kecam Peminta Sumbangan yang Ngamuk di Minimarket

Terkini.id, Makassar – Aksi marah-marah sejumlah pria yang meminta sumbangan di minimarket memicu kecaman banyak warga Indonesia.

Aksi marah-marah peminta sumbangan di sebuah minimarket di Aceh tersebut bahkan dikecam oleh seorang pria yang mengaku dari Palestina.

Kecaman pria dari Palestina tersebut beredar melalui video 2.59 menit.

Pria tersebut mengecam pria dalam video yang berpakaian gamis dengan syal bendera Palestina, serta beberapa orang berbaju koko meminta sumbangan di sebuah minimarket di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Dalam video tersebut, terjadi keributan. Seorang pria marah-marah pada kasir minimarket karena masalah jumlah sumbangan.

Pria itu tidak terima diberi Rp1.000. Ia merasa dilecehkan dengan uang tersebut. Saat aksi protes itu berlangsung, terdengar suara beberapa botol minuman ringan yang berjatuhan.

“Ini pelecehan ini, Rp1.000 kalian kasih sedekah, bukan untuk kami. Pedagang sayur, ya, pedagang sayur, Rp100 ribu dikasih,” seru pria yang mengenakan syal bendera Palestina.

Video itu seketika viral sejak Sabtu 11 Mei 2019 dan mendapat berbagai komentar dari warganet, termasuk seorang pria yang mengaku berasal dari Palestina.

Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut mengaku malu pada bapak yang marah-marah saat meminta sumbangan, apalagi dengan bendera Palestina yang menggantung di lehernya tersebut.

Dia menilai si peminta sumbangan bersikap layaknya preman dan tak pantas membawa-bawa bendera Palestina.

“Itu orang yang megang bendera Palestina dan ngamuk-ngamuk di minimarket itu tidak layak megang bendera Palestina. Saya orang asli Palestina,” katanya.

“Aku orang Palestina, saya tidak setuju dengan cara preman. Orang yang di Aceh itu caranya cara preman. Kita orang Palestina, kita malu melihat bendera kami itu dibawa sama orang preman. Lebih baik jangan bawa nama agama Islam. Lebih baik jangan bawa bendera Palestina. Paham enggak?” lanjut pria yang terdengar cukup fasih berbicara dalam Bahasa Indonesia itu.

Ia juga memberi nasihat tentang sedekah, yang menurutnya tidak sesuai dengan perilaku pria di Aceh itu.

“Sedekah itu kepada dasarnya adalah dari jiwa, dari hati, ikhlas, ikhlas. Bukan berapa nominalnya. Yang lu ngamuk-ngamuk mintanya seratus ribu. Siapa anda untuk minta seratus ribu?” ujarnya.

“Kita bangsa Palestina tidak pernah meminta, ikhlas apa yang Anda beri,” tambah pria yang mengatakan tinggal di Karawaci, Tangerang sebagai penjual nasi kebuli tersebut seperti dilansir dari suara.

Berita Terkait
Komentar
Terkini