Protes Pelarangan Burqa di Sri Langka, Tengku Zul: Akibat Beberapa Tokoh Islam Keblinger

Protes Pelarangan Burqa di Sri Langka, Tengku Zul: Akibat Beberapa Tokoh Islam Keblinger

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah Sri Lanka mengumumkan bahwa mereka akan melarang penggunaan burqa serta menutup lebih dari 1000 sekolah Islam atau yang dikenal dengan Madrasah. Pemerintah beralasan bahwa kebijakan tersebut adalah untuk kemanan nasional.

Menteri keamanan publik, Sarath Weerasekara, mengatakan bahwa telah menandatangani surat berisikan permintaan kepada Kebinet Menteri untuk untuk melarang burqa, pada Jumat, 12 Maret 2021.

“Burqa berdampak langsung pada keamanan nasional,” kata Weerasekara dalam sebuah upacara di sebuah kuil Buddha pada Sabtu, 13 Maret 2021, dilansir dari The Guardian.

Weerasekara juga mengatakan bahwa di negara mereka memang sejak awal ada banyak umat Islam, namun awalnya tidak pernah menggunakan burqa.

Hal tersebut, menurutnya, adalah tanda ekstrimisme yang meningkat di Sri Lanka akhir-akhir ini.

“Pada masa-masa awal kami, kami memiliki banyak teman Muslim, tetapi wanita dan gadis Muslim tidak pernah mengenakan burqa,” kata Weerasekara.

“Itu adalah tanda ekstremisme agama yang muncul baru-baru ini. Kami pasti akan melarangnya,” tambahnya.

Tengku Zulkarnain, ulama Indonesia pun memberikan komentar bernada protes atas pelarangan tersebut.

Menurutnya, negara-negara mulai berani melarang penggunaan cadar karena telah adanya beberapa tokoh Islam yang mengajarkan bahwa cadar bukan ajaran Islam.

“Akibat beberapa tokoh Islam yang keblinger mengatakan di mana-mana bahwa cadar penutup wajah bagi muslimah bukan ajaran Islam. Kini Sri Lanka dan beberapa negara lain sudah berani mengeluarkan larangan cadar bahkan menuduh itu pakaian ektrimis Islam. Itukah yang kelompok keblinger mau?” tulis @ustadztengkuzul pada Minggu, 14 Maret 2021.

Lebih lanjut, Tengku Zul mengatakan bahwa para tokoh Islam tersebut hanya sibuk menyerang cadar dan atribut islam lain, namun tidak pernah buka suara soal pengumbar aurat dan sebagainya.

“Beberapa tokoh keblinger itu selalu menyerang cadar, sorban, jenggot, celana cingkrang dll yg jelas jelas ada dlm ajaran Islam. Tapi belum pernah sekalipun mulut mereka keluar celaan terhadap rok mini, pakaian umbar aurat, pembicaraan cabul di media, dll. Apa hobby-nya sama?” tulisnya.

Untuk diketahui,  sebenarnya Burqa telah dilarang pada tahun 2019 setelah serangan bom Minggu Paskah di enam tempat yang menewaskan lebih dari 260 orang.

Dua kelompok Muslim lokal pengikut ISIS disebut sebagai pelaku pengeboman di enam tempat tersebut yakni dua Gereja Katolik, satu Gereja Protestan, dan tiga hotel besar.

Adapun penutupan madrasah, menurut Weerasekara, disebabkan karena sekolah-sekolah tersebut tidak terdaftar di pihak berwenang dan tidak mengikuti kebijakan pendidikan nasional.

Keputusan untuk melarang burqa dan madrasah ini akan memengaruhi umat Islam yang terdiri dari sekitar 9% dari 22 juta orang di Sri Lanka.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.