Tengku Zulkarnain Ubah Bio di Medsos: Orang Main Seruduk, Itu Tandanya Kalap

Tengku Zulkarnain
Tangkapan layar medsos Tengku Zulkarnain. (Twitter Ustadtengkuzul)

Terkini.id, Jakarta – Setelah tak lagi memegang jabatan di kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain mengubah bio di media sosial (Medsos) miliknya.

Sebelumnya, Tengku Zulkarnain mencantumkan bio di Twitter miliknya sesuai dengan jabatannya di MUI yakni Wasekjen MUI.

Namun, usai tak lagi menjabat sebagai Wasekjen di salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut, ia pun menghapus jabatan itu dari bio medsosnya.

Dilihat dari Twitter miliknya, Sabtu 28 November 2020, tampak dalam profil bio-nya Tengku Zulkarnain mencantumkan sebuah kalimat.

“Orang main sruduk itu tandanya kalap,” tulisnya.

Menarik untuk Anda:

Namun, belum diketahui pasti apa maksud dari kalimat yang dituliskan Tengku Zulkarnain di bio Twitter miliknya tersebut.

Diketahui, struktur kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 sudah terbentuk.

Beberapa yang menarik dari struktur baru tersebut, antara lain nama Tengku Zulkarnain tidak masuk dalam daftar kepengurusan baru itu.

Selain itu, juga terlihat Nama Wapres RI Ma’ruf Amin yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggantikan Din Syamsuddin.

Hal itu berdasarkan Musyawarah Nasional (Munas) ke-X di Hotel Sultan, Jakarta, 25-27 November 2020.

Tengku Zulkarnain sebelumnya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI. Namun, pada struktur kepengurusan baru ini namanya tidak ada baik di jajaran dewan pertimbangan maupun dewan pimpinan MUI.

Adapun Ketua Umum MUI dijabat oleh KH Miftachul Akhyar yang diketahui ulama kharismatik dan berpengaruh di kalangan warga Nahdhatul Ulama (NU).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pasca Gempa Sulbar, Astra Motor Berikan Servis Gratis Bagi Korban

Abu Janda: Mereka Ingin Aku Ditangkap Karena Lantang Lawan Radikalisme

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar