Terkini.id, Jakarta – Proyek pengerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) rupanya dilakukan oleh Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China.
Demikian hasil temuan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) saat melakukan kunjungan kerja beberapa waktu lalu.
Pungky Sumadi, Deputi Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas menyampai hal ini dalam rapat Panja Pengawasan Penanganan Tenaga Kerja Asing dengan Komisi IX DPR RI, Selasa 8 Februari 2022 kemarin. Pungky mengaku kaget dengan temuan dalam sidaknya tersebut.
“Itu awalnya agak membingungkan pada saat kami melihat misalnya tukang las untuk rel itu ternyata masih harus kita datangkan dari Tiongkok,” ujarnya seperi dilansir dari Rmol.id, Rabu 9 Februari 2022.
Hal ini menjadi sorotan bagi Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie. Menurut Jerry, masifnya penyerapan TKA China dalam proyek-proyek infrastruktur di dalam negeri bertentangan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo.
- Ungkap Biaya Proyek Kereta Cepat Membengkak, Wakil Ketua MPR: Saatnya Proyek KCJB Ini Dievaluasi
- Roy Suryo Sindir Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Proyek Kecebong, Mundur Seperti Hewan Undur-Undur
- Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terancam Diundur, Panca Demokrat: Kualat Sama Hambalang
- Proyek Kereta Api Cepat Pakai Dana Rakyat, Jokowi: 'Pemerintah Tidak Beri Jaminan Jika Proyek Gagal'
- Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Banyak Masalah, Anggota Komisi V: Kerjanya Jangan Asal
Sepengetahuan Jerry, Presiden Jokowi ingin menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja dalam berbagai proyek infrastruktur maupun investasi yang terus digenjot pemerintah, meskipun dalam kondisi Pandemi Covid-19.
“Ini sudah memperjelas bahwa pemerintah Indonesia cinta akan produk asing. Mereka pikir bangsa ini tak ada tukang las profesional apa?” tanya Jerry.
Jerry menambahkan, seharusnya pemerintah konsisten dengan pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. Bukan justru mengimpor TKA China yang pada akhirnya juga mengerjakan pekerjaan kasar.
“Aspek penyingkiran tenaga kerja kita sudah lama terjadi sejak Jokowi berkuasa. Belum lagi impor beras, gula, bawang putih, dan produk lainnya. Kini mereka mengimpor tukang las dari China,” tutur Jerry.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
