Masuk

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terancam Diundur, Panca Demokrat: Kualat Sama Hambalang

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana membalas cuitan terkait Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang terancam mundur karena masalah dana.

Cipta Panca Laksana menyindir bahwa hal ini terjadi sebagai ganjaran atas apa yang terjadi kepada Proyek Hambalang.

Untuk diketahuim Proyek Hambalang adalah proyek yang hingga kini mangkrak usai tersandung kasus korupsi di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga: Demokrat Tak Diundang di HUT Partai Nasdem, Ada Apa?

“Kualat sama Hambalang,” katanya melalui akun Twitter @panca66, seperti dikutip terkini.id pada Minggu, 10 Juli 2022.

Adapun dalam cuitan yang ditanggapi Cipta Panca Laksana, akun @inisifani membagikan berita berjudul “Kurang Dana, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terancam Diundur”.

Pemilik akun ini menyindir bahwa sejak awal Proyek Kereta Cepat ini telah diketahui bermasalah, namun masih saja dilanjutkan.

Baca Juga: Demokrat Belum Tetapkan Cawapres untuk Anies Baswedan

Ia pun mempertanyakan urgensi proyek ini bagi rakyat. Pasalnya, menurut dia, proyek ini kini membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Sudah tahu bermasalah sejak awal masih dilanjutkan juga. Entah apa urgensinya bagi rakyat, kini malah bebani APBN,” katanya.

Pemilik akun ini juga berharap agar hal yang sama jangan terjadi kepada proyek yang lebih kompleks seperti Ibu Kota Negara baru.

“Jangan sampai terjadi lagi pada IKN yang jauh lebih kompleks dan butuh dana lebih besar,” katanya.

Baca Juga: Temui Ketua Demokrat Sulsel, Relawan Anies Harapkan Anies-AHY di Pilpres

Dilansir dari VIVA, Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo menginformasikan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) terancam diundur.

Didiek Hartantyo mengungkapkan bahwa kekurangan dana menjadi penyebab proyek ini terhambat.

Menurutnya, permasalahan tersebut terjadi karena dana Penyertaan Modal Negara (PMN) belum kunjung cair.

Ia juga menyebut, kas yang dimiliki PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) hanya mampu bertahan hingga bulan September 2022.

Didiek Hartantyo juga menyampaikan bahwa jika PMN tidak bisa cair tahun ini, maka proyek KCJB yang direncanakan beroperasi pada Juni 2023 terancam mundur.

“Apabila ini tidak cair di tahun 2022 maka penyelesaian kereta cepat akan terhambat. Cash flow dari PT. KCIC akan bertahan sampai September. Bila tidak ada maka jadwal beroperasi pada Juni 2023 akan terancam mundur,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Rabu 6 Juli 2022.

Menurut Didiek Hartantyo, sejak awal pengerjaan proyek ini memang bermasalah karena tidak dirancang oleh perusahaan kereta api.

Lalu pada 2019, lanjut Didiek, proyek ini sempat mengalami keterlambatan akibat masalah pembebasan lahan.

Ia menjelaskan bahwa PT KAI diminta masuk menjadi lead sponsor setelah dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 tahun 2021 Tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung.

“Baru dengan keluarnya Perpres 93 tahun 2021 kemarin PT Kereta Api Indonesia betul-betul menjadi lead sponsor daripada kereta cepat ini,” katanya.

Didiek Hartantyo juga menginformasikan dalam rapat tersebut bahwa pihaknya berhasil menemukan pembengkakan biaya yang cukup banyak, cost overrun mencapai 1,1 miliar dolar AS sampai 1,9 miliar dolar AS.

“Cost kereta cepat ini 6 miliar dolar pada awalnya. Nah estimasi cost overrun cukup banyak, totalnya bisa mencapai 1,176 miliar Dolar AS sampai 1,9 miliar Dolar AS,” katanya.

Didiek Hartantyo menyampaikan, pembengkakan biaya ini terdiri akibat dari pembebasan lahan, Engineering, Procurement and Construction (EPC) dan relokasi jalur.