Secara triwulanan, Perseroan membukukan EBITDA sebesar AS$61,9 juta, turun 17% dari triwulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh lebih rendahnya volume produksi.
Harga realisasi rata-rata nikel matte pada tahun 2025 tercatat sebesar AS$12.157 per ton, turun 7% dibandingkan AS$13.086 per ton pada tahun sebelumnya.
Meskipun berada dalam lingkungan harga yang lebih lemah, peningkatan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku pada Juli tahun lalu, serta volume pengiriman yang lebih tinggi, mendorong kenaikan total pendapatan Perseroan menjadi AS$990,2 juta—meningkat 4% dari AS$950,4 juta pada tahun 2024.
Secara triwulanan, pendapatan mencapai AS$284,8 juta, naik 2% dibandingkan triwulan sebelumnya, didorong oleh pemulihan harga nikel yang moderat. Hal ini menegaskan komitmen kuat Perseroan bersama para pemegang saham dalam menghadapi kondisi pasar yang menantang serta keyakinan terhadap prospek jangka panjang industri.
Dari sisi biaya, meskipun Perseroan melaksanakan pemeliharaan besar pada salah satu furnace, Perseroan berhasil mempertahankan unit biaya kas penjualan yang kompetitif sebesar AS$9.339 per ton pada tahun 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan AS$9.374 per ton pada tahun sebelumnya.
- PLN Mobile Padel Competition 2026 'Smash Your Energy' Dimulai, Kolaborasi PLN dengan 52 Instansi
- Wabup Gowa Buka Kampoeng Eropa City Trail Run 2026, Didorong Jadi Kalender Event Tahunan Gowa
- PT Bumi Karsa Dorong Transformasi Digital Konstruksi lewat Penguatan Kompetensi BIM
- Momen UMKM Ekspor Lakukan Businesss Matching, KKI 2026 Catat Transksi Ratusan Miliar
- Menko Zulhas di Muktamar V Wahdah Islamiyah Ungkap Arah Ekonomi Prabowo: Mulai MBG Hingga Kopdes, Koreksi Pasar Bebas Menuju Swasembada Pangan
Peningkatan ini mencerminkan disiplin biaya yang kuat serta menghasilkan tingkat biaya kas tahunan terendah dalam empat tahun terakhir, turun dari sekitar AS$11.201 per ton pada tahun 2022.
Sementara itu, unit biaya kas penjualan untuk bisnis bijih nikel Perseroan tetap stabil pada kisaran AS$17–AS$19 per ton, termasuk biaya royalti dan logistik untuk bijih saprolit campuran.
Angka ini mencerminkan bijih yang sepenuhnya bersumber dari blok Bahodopi, mengingat penjualan dari blok Pomalaa masih terbatas pada kegiatan pengambilan bulk sampling test. Aktivitas penambangan penuh di Pomalaa diperkirakan akan dimulai pada tahun 2026.
Sepanjang tahun, PT Vale membukukan laba bersih sebesar AS$76,1 juta, meningkat 32% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan perbaikan operasional yang konsisten, level produksi yang lebih kuat, serta pendekatan yang disiplin dalam efisiensi biaya.
Di bawah ini terdapat tabel yang merinci konsumsi dan harga rata-rata High Sulphur Fuel Oil (“HSFO”), diesel, dan batu bara PT Vale.
Konsumsi dan Harga Rata-rata Energi
HSFO
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
