Terkini.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari secara terang-terangan menyampaikan dukungannya terhadap Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024 mendatang.
Hal itu disampaikan Qodari saat hadir di tayangan program Mata Najwa, seperti dilihat pada Kamis 18 Maret 2021.
Bahkan, saat menghadiri program tersebut Qodari mengenakan kaos bertulisan ‘Jokowi-Prabowo 2024’.
Ia pun mengungkapkan, ide memasangkan Jokowi dan Prabowo pertama-tama memang terdengar aneh. Namun, kata Qodari, lama kelamaan publik bakal sadar bahwa menarik bila keduanya disatukan.
“Saya sebagai analyst dan aktivis akan memperjuangkan ide dan gagasan ini. Biasa, ide yang tidak linear itu awalnya banyak yang nolak. Tapi, setelah disampaikan, lama-lama mereka jadi berpikir. Ternyata kalau dua ini bergabung, asik juga,” ujar Qodari.
- NasDem Bandingkan Sikap Jokowi Terhadap Anies Baswedan Dengan Prabowo, Ganjar dan Yusril
- Pengamat Sebut Jokowi Dominan Dipilih Oleh Pemilih yang Tidak Terdidik
- Relawan Jokowi: Prabowo Pemersatu Bangsa, Mengalahkan Tante Ernie
- Jokowi Dukung Prabowo Subianto, Sekjen PDIP: Biasalah Saling Encourage
- Singgung 'Jatah Prabowo', Jokowi Dinilai Melanggar Konstitusi
Ia juga meyakini banyak masyarakat yang menginginkan Jokowi dan Prabowo bersatu memimpin Bangsa Indonesia.
“Saya yakin, mulai banyak rakyat Indonesia yang bermimpi tentang Jokowi dan Prabowo,” tutur Qodari.
Qodari dalam program tayangan yang dipandu Najwa Shihab tersebut kemudian langsung menanyakan respons publik terhadap idenya itu.
Ia pun sontak menyertakan nomor WhatsApp-nya untuk menggalang dukungan dari publik yang menyaksikan tayangan itu.
Tak disangka, banyak pesan dari masyarakat yang masuk ke nomor WhatsApp yang disertakan Qodari itu.
Sejumlah pesan WhatsApp tersebut ramai-ramai menyampaikan dukungannya terhadap pasangan Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024 mendatang.
Mengutip Hops.id, pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengaku setuju dengan gagasan Jokowi menjabat selama tiga periode.
Akan tetapi, kata Arief Puyono, pihaknya menolak seandainya Jokowi dipasangkan dengan Prabowo Subianto.
“Kalau saya rasa, komposisinya enggak setuju. Saya berpikir, jika tiga periode digulirkan dan amandemen disahkan, Jokowi wakilnya bukan Prabowo, harus yang lebih muda. Saya juga tahu, keduanya tidak akan pernah bersatu,” tegas Arief.
Arief Puyono menilai, Ketua Umum Gerindra Prabowo saat ini sudah bersatu dengan Jokowi namun hanya di pemerintahan saja. Itupun, kata Arief, berdasarkan keterpaksaan.
“Saat ini, mereka bersatu (di pemerintahan) saja berdasarkan keterpaksaan. Soalnya, kalau tidak, terjadi polarisasi yang gawat. Saya maunya dia didampingi dengan yang muda. Dia harus bisa melahirkan kader ideologinya Jokowi untuk bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
