Terkini.id, Jakarta – Pernyataan Presiden Jokowi yang menyinggung soal ‘jatah Prabowo’ terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang dinilai telah melanggar konstitusi.
Penilaian itu disampaikan Pendiri Negarawan Indonesia, Johan O Silalahi. Menurutnya, pernyataan Jokowi itu merupakan sinyal dukungan Presiden kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang.
Johan pun menegaskan, pernyataan Jokowi itu telah melanggar konstitusi karena sesuai UUD 1945 Presiden RI harus dipilih langsung oleh rakyat.
“Pernyataan Presiden Jokowi ‘setelah ini jatah Prabowo’ bertentangan dengan konstitusi karena Presiden RI dipilih langsung oleh rakyat,” kata Johan O Silalahi, Rabu 9 November 2022, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.
Menurut Johan, jabatan presiden tidak boleh diserahkan atau diturunkan dari seseorang kepada orang lain. Oleh karena itu, ia yakin semua pendukung Jokowi termasuk dirinya tak sepakat dengan pernyataan Jokowi tersebut.
- NasDem Bandingkan Sikap Jokowi Terhadap Anies Baswedan Dengan Prabowo, Ganjar dan Yusril
- Pengamat Sebut Jokowi Dominan Dipilih Oleh Pemilih yang Tidak Terdidik
- Relawan Jokowi: Prabowo Pemersatu Bangsa, Mengalahkan Tante Ernie
- Jokowi Dukung Prabowo Subianto, Sekjen PDIP: Biasalah Saling Encourage
- Politikus Demokrat Sebut Jokowi Buat Dunia Politik Indonesia Jadi Tak Sehat
“Saya yakin, mayoritas pendukung Presiden Jokowi, termasuk saya, sama sekali tidak mendukung pernyataan presiden terkait penggantinya nanti dalam Pilpres 2024 jatah Prabowo,” ucapnya.
Johan pun menjelaskan, aesuai aturan konstitusi UUD 45 Pasal 6A disebutkan bahwa presiden dan wakil presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.
“Karena sesungguhnya Tuhan Yang Maha Kuasa yang sudah mengatur dan telah menentukan jauh sebelum waktunya, siapa yang akan menjadi pemimpin suatu bangsa atau suatu negara,” tambahnya.
Lantaran pernyataan Jokowi itu, Johan yang juga merupakan pendukung Jokowi memutuskan akan berjuang mendukung sosok lain di luar Prabowo.
“Bersama ini saya akan berjuang mengawal Ganjar Pranowo. Kiranya Tuhan menggerakkan hati dan pikiran Ketua Umum PDIP, ibu Megawati untuk memilih Ganjar sebagai capres dari PDIP,” tegasnya.

Sebelumnya, Jokowi mengucapkan ‘setelah ini jatah Prabowo’ saat menceritakan pengalamannya menang di semua kontestasi politik, termasuk dua kali menang pilpres dalam sambutan di acara HUT ke-8 Perindo di iNews Tower, Jakarta Pusat pada Senin lalu.
Jokowi mengatakan setelah ini kemungkinan jatahnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang merupakan rivalnya di dua pilpres sebelumnya.
Awalnya, Presiden Jokowi mengenang masa pemilihan Wali Kota Solo hingga Gubernur DKI Jakarta.
“Saya ini dua kali wali kota di Solo menang, kemudian ditarik ke Jakarta, gubernur sekali menang,” ujar Jokowi.
Presiden pun kemudian meminta maaf kepada Prabowo Subianto lantaran saat diusung maju di Pilres dia dua kali menang mengalahkan Prabowo.
“Kemudian dua kali di pemilu presiden juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo,” tutur Presiden.
Maka dari itu, Jokowi menyebut kemungkinan setelah dia menjabat sebagai presiden giliran Prabowo Subianto yang bakal mendapat jatah sebagai pemimpin RI.
“Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
