Lebih lanjut, Haris mengatakan semua sekolah mesti membuka proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
“Pembukaan pembelajaran tatap muka ini penting, mengingat hampir dipastikan bahwa selama pembelajaran daring ini menimbulkan lost learning (kemunduran secara akademis),” terangnya.

Setelah sambutan, dilanjutkan dengan penyampaian materi yang dipandu oleh Ketua MGMP Geografi SMA/MA Kabupaten Bulukumba Basri.
Tampil sebagai narasumber pertama adalah Mursalim, S.Pd M.Pd yang juga Pengawas tingkat SMA Kabupaten Bulukumba dimana memberikan mataeri terkait dengan berbagai kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan di masa pandemi.
Setelah materi pertama ditutup dengan babakan Tanya jawab, dilanjutkan dengan narasumber kedua yaitu Andi Muhammad Tasmira yang juga selaku Wakil Ketua MGMP Geografi SMA/MA Kabupaten Bulukumba.
Materi kedua ini terkait dengan Perangkat pembelajaran, lebih khusus lagi pada pemetaan SKL, KI,KD dan IPK.
Materi ini adalah merupakan desiminasi dari kegiatan pelatihan Geografi yang telah diikuti di Balai Diklat Keagamaan Makassar akhir Bulan Juli 2021 lalu.
Sebagai tindak lajut kegiatan MGMP ini, Andi Tasmira kemudian membagi para guru yang hadir kedalam 6 kelompok, dimana masing-masing kelompok membuat pemetaan KD-IPK per tingkatan kelas dan semester.
“Diharapkan selama 3 minggu kedepan hasil tindak lanjut ini telah diserahkan ke Sekretaris MGMP untuk kemudian disaatukan sebagai hasil dari kegiatan MGMP kali ini,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
