Puluhan Warga Tamalatea Seruduk Kantor PLN Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Puluhan warga Lingkungan Bontocinde dan Sangngingloe, Kelurahan Bonto Tangnga, Kecamatan Tamalatea Seruduk Kantor ULP PLN Jeneponto, Selasa, 21 Januari 2020.

Kedatangan puluhan warga tersebut ke kantor PLN Jeneponto untuk menyampaikan mengingatkan keluhan kepada pihak PLN di Kabupaten Jeneponto.

“Kami datang ke sini untuk meminta kejelasan pihak PLN terkait keluhan kurangnya tegangan listrik yang kami sampaikan ke pihak PLN sejak tahun 1984,” kata salah seorang warga Bontocinde Kelurahan Bonto Tangnga, H Mursalim.

Menurutnya, dari kurang lebih 100 pelanggan listrik di kampung tersebut sudah sangat resah dengan redupnya tegangan yang dialami selama ini.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Tegangan listrik rendah, apalagi kalau malam, dari 100 pelanggan itu sebagaian lampunya mati, karena tegangan sangat rendah,” ungkapnya.

Baca Juga: Begini Klarifikasi Salah Satu Bank BUMN Soal Keluhan Jaminan Nasabah

H Mursalim yang merupakan pensiunan anggota Polri itu mengaku sudah mengusulkan pemasangan jaringan listrik dengan memakai tiang sekitar 10 tahun yang lalu.

“Sekitar 10 tahun yang lalu kami sudah menyampaikan ke pihak PLN untuk dilakukan pengadaan jaringan listrik dengan memakai tiang listrik, bahkan saya pernah bicara langsung dengan pihak PLN Cabang Bulukumba, namun sampai sekarang belum direalisasikan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak ULP PLN Jeneponto berjanji akan mengawal permintaan masyarakat di PLN cabang Bulukumba.

Baca Juga: Keluhkan Pemutusan Listrik, Satpol PP: Kita Kurang Perhatian dari Pimpinan

“Kami Insya Allah akan mengawal aduan masyarakat ini, untuk berkoordinasi ke pihak PLN cabang Bulukumba, terkait usulan pemasangan jaringan listrik dengan tiang beton,” jelas Arfandi Arifin, Tehnik ULP PLN Jeneponto.

Dia mengaku, pemasangan itu akan diupayakan terealisasi minimal tiga bulan kedepan.

“Kira-kira minimal tiga bulan kedepan baru bisa ada kejelasan pemasangan tiangnya, karena tiang beton ini yang agak lama, karena itu harus dipesan dulu,” tutup Arfandi.

Usai diterima oleh pihak PLN  Jeneponto sekitar pukul 11.00 Wita puluhan masyarakat itu meninggalkan kantor ULP PLN Jeneponto.

Bagikan