Menonaktifkan sementara oknum yang diduga terlibat selama proses pemeriksaan berlangsung.
Jika terbukti bersalah, mendesak pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) serta proses pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Mengawal kasus ini hingga tuntas demi keadilan bagi korban dan keluarganya.
Momentum Evaluasi Penggunaan Senjata Api
Peristiwa ini juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi secara serius prosedur penggunaan senjata api oleh aparat di lapangan. Penanganan keributan remaja tidak boleh berujung pada hilangnya nyawa, apalagi jika terdapat unsur kelalaian dalam pengendalian senjata.
- Tim Pegasus Polres Jeneponto Berhasil Ringkus Residivis Pelaku Curas yang Sebabkan Korban Luka Berat
- Ashabul Kahfi Jabat Plt Ketua PAN Sulsel, Farah Puteri Nahlia Beri Ucapan Selamat
- Tim Wasev TNI AD Tinjau Langsung Dedikasi Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425 Jeneponto
- Polres Jeneponto Akan DitindaK Lanjuti Kasus MBG Rumbia, Hasil Lab Jadi Bukti Kuat
- OJK Sulselbar Pacu Akselerasi Akses Keuangan Sektor Kakao di Sulawesi
Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian hanya dapat dijaga melalui transparansi, keberanian menindak anggotanya yang bersalah, dan komitmen pada keadilan.
“Kami tidak anti-polisi. Kami mendukung aparat yang profesional dan berintegritas. Tetapi kami menolak keras setiap bentuk penyalahgunaan kekuasaan. Hukum harus berdiri di atas semua golongan,” tutup Muh Imran.
PW KAMMI Sulawesi Selatan menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan siap mengambil langkah konstitusional apabila tidak ada keseriusan dalam penanganannya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
