Ramadan, UKM Seni Budaya eSA akan Gelar Tadarus Sastra

Pamflet pendaftaran ukm sb eSA eksibanat 22

Terkini.id, Makassar – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya (Sb) eSA Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar akan gelar Tadarus Sastra 17 Ramadhan Mendatang

Dalam kegiatan Tadarus Sastra ini akan mengangkat tema “Nun : Mewicara Bahasa Ibu” yang akan digelar di Kementerian Agama Kabupaten Gowa pada hari Rabu, tanggal 22 Mei 2019 ba’da tarwih.

Kegiatan Tadarus Sastra ini mengundang berbagai kalangan mahasiswa, masyarakat serta narasumber dari latar belakang yang berbeda di antaranya Andi Mantra Bumi (Budayawan), Luna Vidya (Sastrawan), Muhammad Ridha (Akademisi) dan masih banyak lagi yang akan mengisi diskusi nantinya.

Tadarus sastra ini selain sebagai ajang silaturahmi juga dirangkaikan dengan adanya panggung ekspresi, beberapa pementasan delegasi Pekerja Seni Kampus se-Kota Makassar, diskusi “Nun : Mewicara Bahasa Ibu”, Tadarus Puisi dan ditutup dengan sahur bersama.

Reski Adi sijaya selaku ketua Umum UKM Seni Budaya eSA mengatakan bahwa “Tadarus Sastra merupakan kegiatan rutin tahunan yang telah menjadi tradisi dalam rumah cinta kami. Awal dari tadarus sastra pada tahun 1994, pada kepengurusan kakanda Zulfikar Yunus dimana tadarus sastra dinamakan tadarus puisi sehingga pada akhirnya program Tadarus puisi ini dinamakan Tadarus sastra

Syamsul Alam selaku ketua panitia tadarus sastra dari anggota cabang seni kertas Sastra juga mengungkapkan “Tadarus sastra adalah lentera dari gelap, dimana kita bisa melihat dan mendengar karunia Tuhan lewat orang-orang yang diridhoi Allah, gelap adalah pertanyaan-pertanyaan dalam diri setiap orang yang hadir dan terlibat.

Selain dari bentuk silaturahmi tadarus sastra juga sebagai ajang reunian sastrawan, budayawan dan pekerja seni kampus yang menyatu dalam ruas-ruas waktu panjang.

Dari masa-kemasa tadarus sastra selalu hadir dalam kelender kreatif UKM Seni Budaya eSA dengan tema yang berbeda-beda.

Satu tahun yang lalu tadarus sastra menemui titik yang tak bertemu, dan pada akhinya mengangkat tema “Islam vs agama kematian” inilah alasan kenapa tadarus sastra penuh rindu, sebab ia selalu memunculkan tema menarik perhatian orang lain untuk ikut menemui solusi dari pertanyaannya, Alhamdulillah kali ini UKM seni budaya eSA kembali hadir dengan tema dan konsep yang lebih menarik dari sebelumnya, berangkat dari diskusi kecil kemudian memunculkan “Nun: Mewicara Bahasa Ibu” tema ini akan setia menemani kepalamu, sebab ia akan kita pahami setelah ikut terlibat sebagai orang yang penuh tanda tanya.

Berita Terkait