Terkini.id, Sulbar – Perbincangan soal potensi gempa bumi lebih besar dari peristiwa di Palu kembali ramai.
Warganet hingga warga setempat membicarakan soal ini setelah adanya informasi yang beredar seperti ini:
“[17/1 00:53] Ahmad Riyadi BPTP Sul Bar: Sudah tepat bu kabalai menginstruksikan kami utk keluar mamuju hasil rakor malam ini bbrapa jam yg lalu yg dihadiri Gub, forkopimda, BMKG pusat, Kepala BNPB pusat semua yg mngikuti rapat trsebut trmasuk insan pers berubah tegang setelah mndengar pnjelasan Jubir BMKG pusat bahwa bencana ini akan lbh brpotensi melebihi Palu. jd mmang dihrapkan tmn2 bisa mninggalkan mamuju sesegera mngkin…..
[17/1 00:53] Ahmad Riyadi BPTP Sul Bar: Bhwa BMKG menarget akan ada gempa 7.0 SR atau bisa lebih…..dan ada potensi tsunami dan likuifaksi……
[17/1 00:55] Ahmad Riyadi BPTP Sul Bar: Maaf bu kabalai dan tmn2 skalian bhwa tdk ada maksud sy membuat rasa cemas atau menakut2i tp sy merasa info ini wajib sy share utk kewaspadaan dan bahan prtimbangan tmn2….

- PLN UID Sulselrabar Pantau Sistem Kelistrikan 24 Jam dan Tinjau Langsung Optimalisasi Pembangkit
- PLN Terus Optimalkan Pasokan Listrik dan Percepat Pemulihan Sistem Sulbagsel
- Bukit Baruga Kembangkan Urban Farming Terintegrasi, Berpotensi Jadi Percontohan di Makassar
- Berkendara Saat Hujan Abu Vulkanik, AHM Bagikan Tips agar Tetap Aman
- Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah Makassar-Maros Selasa, 8 September 2026, Berikut Daftar Wilayah dan Jadwalnya
Akibat informasi yang beredar luas ini sempat membuat gempar warga di pengungsian, seperti yang terpantau terkini.id di posko pengungsian di Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju.
Menanggapi infirmasi itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung angkat bicara.
BMKG membantah isu yang beredar bahwa pihaknya menginstruksikan warga untuk keluar dari wilayah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memastikan bahwa isu tersebut tidak benar. Bahkan, dia mengungkapkan bahwa dirinya kekinian pun sedang berada di wilayah Mamuju.
“Enggak benar, (tapi yang benar itu) keluar dari rumah mencari tempat yang aman, di tempat yang lapang yang datar. Bukan keluar dari Mamuju, aku aja di Mamuju,” kata Dwikorita saat dikonfirmasi, Minggu 17 Januari 2021.

Dwikorita menyampaikan, saat ini warga telah mengambil langkah yang benar. Mereka telah keluar dari rumahnya dan mendirikan tenda di lokasi yang jauh dari bangunan.
“Tendanya di tempat yang datar jauh dari bangunan itu sudah benar. Jadi bukan keluar dari Mamuju,” ujarnya seperti dikutip suaracom, jaringan terkini.id.
Isu yang beredar yang menyebutkan adanya potensi gempa dan tsunami berkekuatan lebih dari 7 skala richter (SR). Sehingga, masyarakat diimbau untuk meninggalkan wilayah Mamuju.
“Mohon diluruskan, tidak begitu (keluar dari Mamuju). Tadi malam (saat rapat koordinasi saya) nggak ngomong begitu. Banyak saksinya,” imbuhnya.
Salah seorang warga, Asri menghubungi redaksi terkait informasi yang beredar itu. Dia mengatakan apakah betul ada informasi terkait akan ada gempa susulan dan lebih besar mirip Palu. Bahkan menurut dia disuruh meninggalkan Sulbar.
“Halo, tabe mau bertanya, apa betulkah ada info kalau akan ada gempa lebih besar dan warga di minta tinggalkan Sulbar?,” begitu tanya Asri, warga Mamuju.
Menanggapi pertanyaan tersebut, terkini.id mencoba menenangkan warga agar tidak termakan hoaks.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
