Masuk

Refly Harun Bahas Soal Anies Baswedan yang Tolak Lamaran Prabowo Pada Pilpres 2019

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Jakarta – Ahli hukum tata negara, Refly Harun membicarakan soal lamaran Prabowo Subianto kepada Anies Baswedan yang terjadi pada saat pemilu 2019 lalu.

Diketahui bahwa Prabowo Subianto melamar Anies Baswedan untuk menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi dirinya bertarung dalam pemilihan presiden 2019.

Namun menurut Refly Harun, Anies Baswedan menolak lamaran Prabowo Subianto dikarenakan mantan Menteri Pendidikan ini sudah mengetahui Ketua Umum Gerindra tersebut akan kalah.

Baca Juga: Soal IKN, Anies Baswedan: Selalu Muncul Hal yang Diteruskan, Dikoreksi dan Dihentikan

Refly Harun menjelaskan bahwa Anies Baswedan mengetahui alasan mengapa Prabowo Subianto akan kalah pada tahun 2019 kemarin.

Salah satu alasan tersebut adalah terdapat kemungkinan bahwa pemilu pada tahun 2019 tidak bersih dengan pengerahan kekuatan di pemerintahan.

Refly Harun juga bercerita soal pertemuannya dengan salah satu taipan yang berujar bahwa tidak perlu oposisi kampanye karena pemenangnya sudah pasti Jokowi.

Baca Juga: Soal Politik Identitas, PKB: Sedang Dibuat Pembusukan Kepada Anies Baswedan

“Itu barangkali prediksi, tetapi kita kan harus paham konstelasi politik yang kita dengar-dengar. Allahu a’lam, ya namanya omongan orang bisa jadi betul based on experience, hanya sekadar nebak, atau memang sudah ada grand design, we don’t know exactly,” ujar Refly Harun, dikutip wartaekonomi.co.id, Kamis 14 Juli 2022.

Disisi lain, Refly Harun meramal jika Anies Baswedan dilamar oleh Jokowi pada tahun 2019, maka Gubernur Jakarta tersebut akan menerimanya.

Refly Harun berpendapat apapun alasan Anies Baswedan tentunya sudah pasti siapa yang menemani Jokowi akan menang dan memperoleh pekerjaan yang ringan.

“Sebaliknya saya yakin, seandainya pada tahun 2019 misalnya Anies dilamar oleh presiden Jokowi sebagai wakil presidennya, saya yakin Anies mau. Kok bisa begitu? Karena menjadi wakil presiden Jokowi itu paling strategis dan pasti paling besar peluang pemenangnya,” tutur Refly Harun.

Baca Juga: Mahfud MD Beri Komentar Terkait Kunjungannya ke Semarang Bertemu Ganjar Pranowo

“Menjadi wakil presiden Jokowi nggak perlu kerja keras, tapi menjadi wakil presiden Prabowo bakal kerja keras dan mungkin bakal kalah,” lanjut Refly Harun.

Refly Harun menguraikan walaupun dirinya tahu soal kekalahan Prabowo Subianto, bukan berarti dia langsung mendukung petahana (Jokowi).

Lebih lanjut lagi, Refly Harun membeberkan bahwa kubu petahana berpotensi besar dalam melaksanakan permainan curang.

Pada tahun 2019, Refly Harun mengatakan ia bersikap netral dan selalu mengkritik pemerintah era Jokowi dan menyuarakan pemilu yang adil.